Jumat Keliling di Masjid Almunawar, Kapolda Malut Ajak Masyarakat Awasi Polri dan Perangi Narkoba

Saha Buamona Klikfakta.id
Kapolda Malut, Irjen Pol. Arif Budiman saat menggelar Jumat Keliling (Jumling) di Masjid Raya Almunawar, Ternate, Jumat (6/11/2026) dengan tujuan untuk mempererat silaturahmi antara Polri dan masyarakat. ( Dok : Humas)

Klikfakta.id,TERNATE – Kapolda Maluku Utara Irjen Pol. Arif Budiman, mengajak masyarakat di wilayah Provinsi Maluku Utara tidak ragu untuk mengawasi kinerja anggota kepolisian. 

Masyarakat juga diminta aktif melaporkan setiap dugaan adanya pelanggaran yang dilakukan oleh oknum polisi, sekaligus ikut dalam memerangi peredaran dan penyalahgunaan narkoba.

Ajakan tersebut disampaikan Arif Budiman saat menggelar Jumat Keliling (Jumling) di Masjid Raya Almunawar, Ternate, Jumat (6/11/2026) dengan tujuan untuk mempererat silaturahmi antara Polri dan masyarakat. 

Jumat keliling tersebut dihadiri oleh Pangdam XXVIII/Moloku Kie Raha Mayjen TNI Nefra Firdaus, Sultan Tidore Husain Alting Sjah, serta sejumlah pejabat utama bersama personel Polda Malut hingga personel Polres Ternate.

Dalam menyampaikan pesan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), Kapolda menegaskan bahwa Polri terus melakukan transformasi dan reformasi internal dengan semangat Polisi Bersama Masyarakat.

Menurutnya, kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian harus dibangun melalui keterbukaan, profesionalisme, dan pelayanan yang semakin dekat dengan masyarakat.

Karena itu Kapolda mengatakan Polri tidak bisa bekerja sendiri, harus membutuhkan dukungan, masukan, bahkan kritikan dari masyarakat. 

“pabila ada anggota melakukan pelanggaran atau bertindak tidak sesuai dengan aturan, agar dilaporkan. Jangan takut, karena setiap laporan akan menjadi bahan evaluasi bagi kami,” tegas Arif Budiman.

Kapolda memastikan, pengawasan masyarakat merupakan bagian penting dalam mendorong perbaikan institusi kepolisian dan menekankan agar identitas masyarakat yang menyampaikan laporan tetap mendapatkan perlindungan.

“Jangan ada rasa takut untuk menyampaikan kebenaran, karena kami ingin Polri semakin terbuka dan dipercaya masyarakat, jadi kalau ada anggota menyimpang, sampaikan kepada kami agar bisa ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku,” ujarnya.

Selain pengawasan terhadap internal kepolisian, Arif juga mengingatkan seluruh personel agar tetap profesional dalam menjalankan tugas, termasuk pada saat melakukan penertiban dan Operasi Patuh Lalu Lintas bersama TNI serta Dinas Perhubungan.

Ia meminta kepada personel mengedepankan pendekatan edukatif dan humanis, serta tidak menyalahgunakan kewenangan, dengan menghindari praktik pungutan liar (pungli).

Pada kesempatan tersebut, Kapolda menyoroti ancaman peredaran dan narkotika yang semakin mengkhawatirkan karena menyasar berbagai lapisan masyarakat, terutama generasi muda.

Untuk itu Ia mengajak masyarakat tidak bersikap apatis dan segera memberikan informasi kepada kepolisian apabila mengetahui adanya aktivitas peredaran maupun penyalahgunaan narkoba di lingkungan masing-masing.

“Saya mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama memerangi narkoba, jangan pernah menganggap persoalan ini masalah kecil, sebab sangat berdampak besar. Karena Narkoba bisa merusak masa depan anak-anak kita, menghancurkan keluarga, bahkan memicu berbagai tindak kriminalitas,” ungkapnya.

Kapolda menegaskan, pemberantasan narkoba tidak cukup jika hanya mengandalkan kepada kepolisian, karena yang dibutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, mulai dari keluarga, lingkungan pendidikan hingga tokoh agama dan tokoh masyarakat.

“Kalau mengetahui ada peredaran narkoba, jangan diam, segera laporkan ke kepolisian. Kami membutuhkan informasi dari masyarakat agar peredaran narkoba dicegah dan ditindak,” tegasnya.

Jenderal bintang dua di Polda Maluku Utara itu juga mengingatkan potensi penyalahgunaan rokok elektrik atau vape sebagai media untuk memasukkan zat yang berbahaya, termasuk narkotika. 

Untuk itu masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap penggunaan vape, khususnya di kalangan anak muda.

Sebagai langkah pencegahan, Polri juga telah menerapkan pembatasan internal terhadap penggunaan vape bagi personel kepolisian.

Secara khusus, Kapolda meminta kepada para orang tua memperketat pengawasan terhadap pergaulan dan aktivitas anak-anak agar tidak terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba.

“Peran orang tua sangat penting untuk awasi pergaulan anak-anak, perhatikan perubahan perilaku mereka, dan bangun komunikasi baik dalam keluarga. Jangan sampai kita terlambat menyadari ketika anak sudah terjerumus atas narkoba,” pesannya.

Menurutnya, narkoba bukan sekadar persoalan kesehatan, tetapi juga dapat memicu tindak kriminalitas, merusak masa depan generasi muda, bahkan menghancurkan kehidupan keluarga.

Melalui kegiatan Jumat Keliling, Polda Maluku Utara berharap komunikasi dan kepercayaan antara kepolisian dan masyarakat semakin kuat.

Kapolda menegaskan menjaga keamanan dan ketertiban bukan hanya semata-mata menjadi tanggung jawab Polri. 

“Tapi yang kami perlukan adalah kepedulian dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat agar situasi Kamtibmas di Maluku Utara tetap aman, damai dan kondusif,” harapannya. (sah/red) 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *