Ditpolairud Polda Malut Selidiki Insiden Tenggelam Kapal Pengangkut Ore Nikel di PT IWIP

Kasubdit Gakkum Ditpoirud Polda Maluku Utara Kompol Riki Arinanda (Foto Istimewa)

Klikfakta. id, TERNATE  — Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) Maluku Utara selidiki insiden tenggelamnya kapal pengangkut bijih nikel di perairan depan jetty milik PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) di Lelilef, Kabupaten Halmahera Tengah.

Pasalnya ‎peristiwa tersebut tidahanya menjadi tanda tanya besar soal keselamatan pelayaran, tetapi juga memunculkan ancaman serius terhadap lingkungan laut, di perairan Halmahera Tengah.‎

Direktur Kepolisian Perairan dan Udara (Dirpolairud) ‎Polda Maluku Utara Kombes Pol. Azhari Juanda melalui Kasubdit Penegak hukum Kompol Riki Arinanda, menegaskan, proses hukum tengah berjalan dan pihak-pihak terkait segera dipanggil untuk dimintai keterangan.‎

‘ “Sudah komunikasi dengan pengurusnya, mereka minta waktu setelah lebaran. Tapi kami sudah koordinasikan untuk pemanggilan pemeriksaan,” tegas Riki saat di konfirmasi, Kamis (19/3/2026).‎

Menurutnya, penyidik saat ini mengumpulkan data dan keterangan awal. Tim Marnit Weda bahkan telah turun langsung ke lokasi kejadian untuk memastikan kondisi lapangan serta mengamankan sejumlah informasi penting.‎Insiden tersebut terjadi di perairan depan jetty milik PT IWIP, Kecamatan Weda Utara.

Kapal pengangkut ore nikel dilaporkan tiba-tiba kehilangan keseimbangan sebelum akhirnya terbalik bersama muatan.‎

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 23.29 WIT itu pertama kali diketahui setelah ada laporan dari warga. Anehnya, saat kejadian tidak ditemukan adanya cuaca buruk atau gelombang tinggi, sehingga memunculkan dugaan kuat adanya faktor kelalaian, baik dari sisi teknis maupun operasional.‎Hingga kini, identitas kapal serta asal muatan masih misterius.

Pihak otoritas pelabuhan dan pengelola kawasan industri belum memberikan penjelasan resmi, memicu kritik atas minimnya transparansi dalam insiden besar tersebut.

‎Lebih dari sekadar kecelakaan, kejadian ini menyimpan potensi bencana lingkungan.‎ Tumpahan bijih nikel di laut berisiko menyebabkan pencemaran serius dan sedimentasi yang dapat merusak ekosistem perairan di sekitar jetty.‎

‎Tak hanya itu, ancaman kebocoran bahan bakar dari kapal juga menjadi bahaya nyata yang dapat memperparah kondisi laut jika tidak segera ditangani secara cepat dan profesional.‎

Sebagai kawasan industri nikel terbesar di Maluku Utara, Weda selama ini menjadi jalur utama distribusi ore. Insiden ini menjadi tamparan keras bagi sistem pengawasan keselamatan pelayaran yang dinilai masih lemah.‎

Saat ini publik kini menunggu langkah tegas aparat penegak hukum. Jika terbukti ada kelalaian, penindakan harus dilakukan tanpa kompromi, demi mencegah kejadian serupa dan melindungi laut halmahera dari kerusakan yang lebih luas. (sah/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page