Klikfakta.id, HALUT– Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara kembali mencatat capaian penting dalam mendorong percepatan pembangunan daerah. Di bawah kepemimpinan Bupati Piet Hein Babua dan Wakil Bupati Kasman Hi. Ahmad, Halmahera Utara berhasil memperoleh alokasi anggaran lebih dari Rp100 miliar dari Pemerintah Pusat untuk pembangunan infrastruktur irigasi yang mendukung sektor pertanian.
Keberhasilan tersebut merupakan hasil komunikasi dan koordinasi intensif yang dibangun Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Salah satu langkah strategis dilakukan melalui penyampaian surat usulan Bupati Halmahera Utara Nomor 600.9.7/389.a tertanggal 21 April 2026 yang mendapat respons positif dari pemerintah pusat dalam waktu kurang dari tiga bulan.
Sebelumnya, pada 10 Februari 2026, Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara bersama Kementerian PUPR dan Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku Utara menggelar pertemuan di Tobelo guna membahas percepatan pembangunan irigasi. Pertemuan tersebut juga mendapat dukungan dari Anggota DPR RI, Irena Y. Roba.
Dari empat usulan yang diajukan, pemerintah pusat menyetujui tiga paket pekerjaan dengan total anggaran sebesar Rp90.116.628.000. Anggaran itu akan digunakan untuk pembangunan dan peningkatan jaringan irigasi di sejumlah kawasan pertanian strategis.
Selain itu, Pemerintah Pusat juga menyetujui pembangunan Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) pada 11 titik di Halmahera Utara dengan nilai anggaran sekitar Rp20 miliar. Dengan demikian, total dukungan anggaran yang diterima Kabupaten Halmahera Utara pada 2026 mencapai lebih dari Rp100 miliar.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Halmahera Utara, Willy Jesayas, mengatakan saat ini pemerintah daerah tengah mempersiapkan proses penunjukan penyedia barang dan jasa. Seluruh pekerjaan nantinya akan dilaksanakan oleh Balai Wilayah Sungai Maluku Utara.
Ia menjelaskan, pembangunan akan meliputi pembangunan bendung baru di Daerah Irigasi Kusuri, peningkatan jaringan irigasi di Daerah Irigasi Paca Leleoto melalui pembangunan saluran primer dan sekunder berbahan pasangan batu, serta rehabilitasi jaringan irigasi di Daerah Irigasi Gagaapok agar kembali berfungsi secara optimal.
Menurut Willy, pembangunan infrastruktur tersebut diharapkan mampu mengatasi persoalan ketersediaan air yang selama ini menjadi kendala utama para petani. Kehadiran bendung, peningkatan jaringan irigasi, rehabilitasi, serta pembangunan 11 titik JIAT diyakini akan meningkatkan produktivitas lahan pertanian sekaligus memperkuat program swasembada pangan di Halmahera Utara.
Sementara itu, Bupati Halmahera Utara Piet Hein Babua menegaskan keberhasilan memperoleh dukungan anggaran dari pemerintah pusat merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mempercepat pembangunan yang berdampak langsung bagi masyarakat.
“Ini adalah hasil kerja bersama. Kami akan terus memperjuangkan setiap program yang menyentuh kepentingan masyarakat. Dukungan pemerintah pusat ini menjadi bukti bahwa upaya yang dilakukan pemerintah daerah mendapat perhatian dan kepercayaan,” ujar Bupati.
Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara optimistis realisasi anggaran lebih dari Rp100 miliar tersebut akan mempercepat pembangunan infrastruktur pertanian, meningkatkan produktivitas lahan, serta mendorong kesejahteraan petani di berbagai wilayah Halmahera Utara.













