Klikfakta. id, HALTENG- Mantan Penjabat Bupati( Pj) Halmahera Tengah, Ikram Malan Sangaji mengklaim Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Halmahera Tengah tahun 2024 pada masa kepemimpinannya mengalami surplus.
Hal itu disampaikan oleh mantan Pj. Bupati Halmahera Tengah (Halteng) yang juga sebagai calon Bupati nomor urut 3 IMS–ADIL dalam debat publik perdana di Kompas TV Jakarta yang dihadiri pasangan calon nomor urut 1 dan 2, Mustika, serta Elang-Rahim.
Pernyataan IMS yang menyebut APBD Halteng mengalami surplus dimasa kepemimpinannya itu, ditampik keras politisi PKB, Muttiara Al Yasin Ali yang juga calon bupati nomor urut 1
Menurut Istri mantan Bupati Halteng 2 periode dan Wakil Gubernur Maluku Utara bahwa APBD surplus di tengah masyarakat membutuhkan pelayanan dan pembangunan dasar adalah hal yang paling ironis.
“Itu adalah sebuah kegagalan dalam mengelola keuangan daerah, dana itu jangan disimpan, seharusnya dipakai untuk pembangunan,” ujar Mutiara setelah mendengar pernyataan IMS.
Menurutnya anggaran tersebut harus membangun talud penyangga banjir, bangun jalan kabupaten dan jalan tani, pelayanan kesehatan ditingkatkan atau investasikan di infrastruktur lain.
Mengapa dana itu tidak digunakan di tengah masyarakat membutuhkannya? Ini adalah bukti bahwa Ikram tidak mampu dan cakap dalam perencanaan keuangan daerah.
“Biar APBD surplus tapi daerah minim pembangunan, maka apa yang perlu dibanggakan?,” ungkap Muttiara, calon bupati Halteng saat debat publik di kompas TV , baru-baru ini.
Penilaian yang serupa itu juga disampaikan Akademisi dari Fakultas Ekonomi Universitas Khairun Ternate, Muammil Sunan yang juga sebagai dosen Ekonomi.
Menurutnya, kebijakan surplus juga disebut kebijakan fiskal kontraktif diterapkan saat situasi perekonomian daerah mengalami tekanan inflasi yang tinggi.
“Sehingga pemerintah mengurangi belanja dan menaikkan pajak dengan tujuan mengurangi jumlah uang yang beredar?,” tanya Muamil.
Apabila, kata Muamil kebijakan yang membuat anggaran surplus ditempuh, karena memang pemerintahannya itu tidak mampu menciptakan pelayanan publik disegala bidang secara optimal, maka menimbulkan masalah makro ekonomi secara agregat dalam jangka panjang.
“Bagi saya, kebijakan ini keliru, sebab di saat ekonomi masyarakat berada pada kondisi yang terpuruk dengan pendapatan per kapita rendah, IMS yang saat ini calon Bupati bangga diri bahwa dimasa kepemimpinannya itu APBD surplus,” terang Muammil.
Dia juga menambahkan, infrastruktur dasar Kabupaten Halmahera Tengah harus dipush dengan cara maksimal.
Pasalnya, infrastruktur dasar belum memadai bahkan bakal mengganggu perputaran ekonomi lokal.
“Kebijakan surplus anggaran itu juga mengancam eksistensi ekonomi. Dan Bahkan perekonomian kita menjadi stagnan serta menyebabkan masalah makro ekonomi, yang akan memicu pengangguran dan kemiskinan,” pungkas Muamil. ***.
Editor : Armand
Penulis : Saha Buamona













