Janji Kroscek SDN 234 Sudah 3 Bulan, Bupati Halsel Dicap Tukang Bohong

Saha Buamona Klikfakta.id
Kondisi SDN 234 Kakupang, Kecamatan Kasiruta Barat, Halmahera Selatan, Maluku Utara ( foto : Pengurus BIM Malut)

Klikfakta.id, JAKARTA — Kondisi darurat SDN 234 Kakupang, Kecamatan Kasiruta Barat, Halmahera Selatan kembali disorot. Janji Bupati Halsel Hasan Ali Bassam Kasuba untuk kroscek sekolah itu disebut hanya jadi bualan.

Sekjen Barisan Intelektual Muda (BIM) Maluku Utara, Riswan Wadi, mengungkap janji itu dilontarkan Bupati Bassam pada 29 Juni 2026 saat ia melaporkan kondisi sekolah via WhatsApp.

Jawaban Bupati saat itu singkat: “Baik, saya kroscek segera.”

Namun hingga 25 September 2026, hampir tiga bulan berlalu, tak ada realisasi. Dua ruang kelas SDN 234 Kakupang masih rusak tak bisa dipakai. Siswa terpaksa belajar dengan sistem gabung kelas.

“Mana hasil krosceknya? Mana tindak lanjutnya? Mana perbaikan sekolahnya? Kalau ucapan pemerintah tidak pernah dibuktikan dengan tindakan, lalu rakyat harus menyebutnya apa? Bagi kami ini sudah pantas disebut tukang bohong,” tegas Riswan kepada Klikfakta.id, Jumat (25/9/2026).

Riswan menegaskan kritiknya bukan serangan pribadi, melainkan soal tanggung jawab kepala daerah. Persoalan pendidikan anak tidak bisa dijawab dengan janji.

“Ini menyangkut anak-anak. Mereka tidak bisa belajar dari janji. Mereka butuh ruang kelas yang aman dan layak. Kalau dua kelas tidak bisa dipakai, itu sudah alarm serius,”tegasnya.

Ia menyindir pemerintah hanya hadir di pusat kota, tapi absen di wilayah kepulauan.

“Ukuran kehadiran pemerintah bukan dilihat dari pembangunan di pusat pemerintahan saja. Anak-anak di Kakupang juga punya hak yang sama untuk pendidikan layak,” sebutnya. 

BIM Malut mendesak Bupati Bassam berhenti menjadikan pemerintahan sebagai panggung tebar janji.

“Jangan hanya pandai mengucapkan ‘akan saya kroscek’. Pemerintahan bukan panggung untuk menebar janji. Pemerintahan itu soal kerja, tanggung jawab, dan pembuktian. Kalau sudah berjanji, tunaikan!” tegas Riswan.

“Pak Bupati Hasan Bassam Kasuba, anak-anak Kakupang sudah terlalu lama menunggu. Hampir tiga bulan bukan waktu sebentar. Jangan biarkan kata ‘segera’ hanya jadi kata-kata. Buktikan bahwa pemerintah hadir,” lanjutnya. 

Hingga berita ini ditayang, Bupati Halsel Hasan Ali Bassam Kasuba belum memberikan keterangan. 

Klikfakta.id masih berupaya melakukan konfirmasi. (sah/red) 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *