Klikfakta.id, TERNATE – Kapolres Ternate, AKBP Anita Ratna Yulianto hadir langsung mengamankan ratusan mahasiswa yang mengatasnamakan “Cipayung Plus MU Bersatu” menggelar aksi dikediaman Gubernur Malut di Kota Ternate, pada Jumat 2 Mei 2025.
Ratusan mahasiswa yang menggelar aksi itu dengan isu persoalan pertambangan, karena mereka (massa aksi) menilai akan terjadi pasar bebas secara besar-besaran terkait dengan Ijin Usaha Pertambangan (IUP) yang masuk di Maluku Utara.
Menurut mereka sudah kurang lebih 114 IUP yang telah masuk di wilayah Maluku Utara, namun sudah tidak mampu dibendung dengan kerusakan ekologis dan konflik harizontal diantara warga.
“Malah kita mau lagi mengeluarkan Ijin Usaha Pertambangan Baru (IUPB) melihat situasi ini OKP Cipayung Plus bersikap secara tegas mendesak pemerintah daerah dan pusat tuntaskan tuntutan kami,” ujar salah satu orator dihadapan Kapolres Ternate.
Sikap tegas yang mereka (massa aksi) sampaikan mendesak kementerian ESDM cabut IUP PT. Karya Wijaya dengan Nomor 04/1AUP/PMNDN/2025 untuk selamatkan Pesisir laut dan pulau-pulau kecil di Maluku Utara.
“Kami minta stop perampasan ruang hidup di Maluku Utara, tolak RUU Polri dan berikan jaminan kesejahteraan dan ruang demokrasi buruh, laksanakan pasal 33 UUD 1945,” tegas salah satu massa aksi saat menyampaikan sikap tegas mereka.
Mereka juga mendesak hentikan liberalisasi dan politisasi pendidikan serta berantas llegal mining di Maluku Utara, DPRD Provinsi segera membentuk panitia khusus (Pansus) pertambangan, maupun bentuk peraturan daerah untuk masyarakat adat.
Bahkan dalam pernyataan mereka yang dibacakan dihadapan Kapolres Ternate itu mendesak Gubernur Malut segera salurkan Dana Bagi Hasil (DBH) ke Kabupaten Kota, dan hentikan IUP baru serta evaluasi kinerja dinas PUPR.
“Kami juga meminta Polda Maluku Utara segera menyegel PT TUB, dan pecat Kapolres Halmahera Timur,” desak mereka.
Mereka juga mendesak kepada pemerintah segera cabut IUP PT. STS di Halmahera Timur, Naikan gaji buruh di PT. NIKU, dan NHM segera selesaikan permasalahan buruh, serta berikan hak cuti haid atau hamil bagi buruh perempuan.
“Selain itu kami mendesak tangkap mafia BBM bersubsidi di Maluku Utara, Gubernur segera buat rumah aman bagi PSK, tangkap mafia tanah, tertibkan retribusi pasar dan hentikan pungli di pasar Kota Ternate, bayar tukin dosen, serta usut tuntas kasus kekerasan seksual di Maluku Utara,” tegasnya.
Menanggapi hal tersebut Kapolres Ternate AKBP Anita Ratna Yulianto mengatakan pihaknya menyampaikan mahasiswa sebagai orang-orang intelektual, kenapa harus pakai sumbu pendek kayak gini, kan bisa bicara baik-baik.
Mereka (massa aksi) meminta berdialog dengan Wakil Gubernur (Wagub) Maluku Utara, Sarbin Sehe, sementara beliau tidak berada di tempat.
“Karena Wagub tidak ada saya katakan trus mau gimana, akhirnya saya sebagai jembatan dan disitu mendapat titik temu,” kata Anita ketika dikonfirmasi usai massa aksi menyampaikan pernyataan sikap tegas.
Jadi, kata Anita pak Wagub sampaikan lewat protokoler meminta massa aksi menyampaikan dialog itu melalui surat, agar ditentukan waktunya kapan, karena beliau (Wagub) bersedia, akhirnya massa yang memanas langsung redah.
“Artinya massa aksi panas kita panas nanti mau jadi apa, paling tidak mereka panas kita siram pakai air, sekarang seperti itu trik dari pihak keamanan polres Ternate,” tukasnya.
Disentil soal ketegasannya terkait dengan massa yang sempat memanas, pihaknya mengatakan personil polres Ternate tidak akan mengamankan massa aksi dengan menggunakan sumbuh pendek.
“Artinya jika massa aksi semakin memanas (brutal) ya kita sedingin mungkin untuk mengenangkan mereka,” akunya.
Kapolres perempuan pertama di Kota Ternate itu juga katakan massa aksi mulai memanas, akan tetapi dirinya dengan personilnya mencoba menyenangkan dengan tindakan yang lebih dingin.
“Maksud kami di hari besar seperti ini jangan lagi seperti begini, kita harus merubah dengan membuat syukuran, kalau mau orasi ya orasi yang baik dan sopan santun, karena mau adu jotos bukan jamannya lagi,” tegasnya. ***
Editor : Redaksi
Pewarta : Saha Buamona














