Klikfakta.id,HALUT– Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Halmahera Utara (Halut) terus meluas. BPBD Halut mencatat sedikitnya 120 titik api tersebar di 69 desa pada 16 kecamatan.
Data tersebut merupakan hasil pendataan sementara Satgas Gabungan di lapangan hingga Senin (21/9/2026). Luasan lahan yang terdampak mencapai sekitar 508,6 hektare.
Kepala BPBD Halut, Hentje Hetharia, mengatakan jumlah titik api berpotensi lebih besar karena pemantauan satelit menunjukkan adanya tambahan titik panas yang masih membutuhkan verifikasi lapangan.
Sejumlah wilayah yang mengalami peningkatan titik api antara lain Tobelo Timur, Tobelo Selatan, Kao Utara, Kao, Malifut dan Kao Barat, termasuk Desa Momoda dan Ngwali.
Pemkab Halut kini memperkuat penanganan dengan melibatkan BPBD, TNI-Polri, pemerintah desa serta dukungan dunia usaha untuk memadamkan titik api dan mencegah meluasnya kebakaran.
Bupati Halut Piet Hein Babua juga telah berkoordinasi dengan BNPB untuk mengusulkan langkah lanjutan, termasuk kemungkinan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) dan water bombing pada lokasi yang sulit dijangkau melalui jalur darat.



















