banner 468x60 banner 468x60

Pemda Halut Gelar Konsultasi Publik Rancangan Awal RPJMD 2025–2029: Bupati Sebut Dokumen RPJMD Akomodir Kepentingan Masyarakat 

Klikfakta.id,HALUT– Pemerintah Daerah Kabupaten Halmahera Utara lewat Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bapeda) menggelar konsultasi publik dalam rangka penyusunan Rancangan Awal Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029.

Acara yang berlangsung di Gedung serba guna Greenland Jumat (2/5/2025), dihadiri oleh perwakilan OPD, akademisi, tokoh masyarakat, LSM, serta unsur DPRD.

Bupati Halmahera Utara Piet Heni Babua dalam sambutannya, menyampaikan sejumlah program strategis terkait pembangunan di wilayah tersebut, hal ini sesuai dengan Visi dan Misi Bupati Wakil Bupati terpilih pada lima Tahun ke depan.

Menurut Bupati dalam menentukan visi dan misi lima tahun kedepan didasarkan pada sinergitas terhadap visi Jangka Panjang Nasional atau RPJPN, Visi Jangka Panjang Daerah atau RPJPI Halut dan Visi Jangka Menengah Nasional atau RPJMN.

Selain itu Kabupaten Halmahera Utara 2025-2029 merupakan periode pertama dari pelaksanaan tahapan pembangunan RPJPD Halut yang dititikberatkan pada upaya penguatan fondasi transformasi. Adapun visi rancangan awal RPJMD 2025 dengan yakni Terwujudnya Masyarakat Halmahera Utara Yang Setara, Maju dan Berkelanjutan.

“Bupati Wakil Bupati terpilih harus menyampaikan rancangan pembangunan yang akan di lakukan selama lima tahun hal ini sesuai Amanat dari pada konstitusi,” ujar Bupati.

Bupati juga menegaskan semua kepentingan masyarakat selama lima tahun kedepan bisa terakomodir dalam seluruh program yang di tuangkan dalam RPJMD Halut 2025-2029.

Bupati berharap para stakeholder, masyarakat dan Dewan perwakilan Rakyat (DPRD) dapat memberikan pandangan pandangan yang konstruktif agar apa yang di rumuskan akan di tuangkan dalam dokumen RPJMD berdasarkan kesepakatan masyarakat Halut.

Sementara itu Kepala Bappeda Halut Hernefer Tjandua menjelaskan bahwa RPJMD 2025–2029 difokuskan pada peningkatan infrastruktur dasar, penguatan sektor pertanian dan perikanan, serta pengembangan SDM dan pelayanan publik.

Selain itu, isu-isu strategis seperti perubahan iklim, ketahanan pangan, dan transformasi digital juga menjadi perhatian utama.

Para peserta memberikan sejumlah masukan terkait pemerataan pembangunan antar kecamatan, peningkatan akses layanan kesehatan dan pendidikan di wilayah terpencil, serta pemberdayaan ekonomi lokal. Semua masukan tersebut akan menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan dokumen akhir RPJMD. Pemda Halut menargetkan rancangan RPJMD rampung 6 bulan setelah pelantikan Bupati dan wakil bupati terpilih.***

Editor : Redaksi

Pewarta: Samuel.L

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page