Klikfakta. id, HALBAR– Pelayanan angkutan penyebrangan ferry dari Sofifi ke Bastiong Ternate, terhitung mulai Rabu 6 November 2024 dialihkan ke pelabuhan ferry Sidangoli, Kecamatan Jailolo Selatan, Halmahera Barat (Halbar).
Pengalihan rute penyebrangan tersebut menyusul akan dilakukan perbaikan fasilitas dermaga Sofifi.
Kepala Dinas Perhubungan ( Kadishub) Halmahera Barat, Bustamin membenarkan informasi tersebut.
” Pengalihan rute Sofifi- Bastiong Ternate ke pelabuhan Sidangoli juga sudah ada pemberitahuan dari Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Maluku Utara. Kami juga sudah melakukan sosialisasi ke para sopir, ojek, bentor maupun organda, ” terang Bustamin, Jumat 1 November 2024 kemarin.

Bustamin mengaku, pengalihan rute penyebrangan ke Sidangoli berdasarkan informasi yang diterima pihaknya, kurang lebih ada 4 kapal Ferry yang nantinya melakukan pelayanan.
Dimana, nantinya juga akan dilakukan pengaturan lalu lintas khususnya di terminal pelabuhan.
” Semoga dengan pengalihan rute Bastiong-Sidangoli yang kurang lebih 3 sampai 6 ini membawa dampak positif terhadap ekonomi masyarakat Sidangoli dan para pedagang di sekitar terminal maupun pelabuhan ferry, ” ucapnya.
” Semoga kita semua dapat memberikan pelayanan terbaik dalam melayani penumpang yang datang maupun pergi melalui Sidangoli, ” harap Bustamin.
Terpisah, Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Maluku Utara, Joko Kusnanto menjelaskan, Terkait pengalihan tersebut, akan dilakukan uji coba empat trayek plus dua trayek ekstra untuk melayanai mobilisasi penumpang dan barang.
“Kita akan melakukan uji coba sandar kapal di dermaga Sidangoli, termasuk penambahan personil untuk mengantisipasi kendaraan di pelabuhan Sidangoli saat transmisi sudah kita lakukan, “papar Joko Kusnanto, Rabu (30/10/2024) dikutip dari rri. co. id.
Joko mengaku, berdasarkan kontrak, perbaikan dermaga feri Sofifi akan berlangsung hingga 25 Desember 2024.
Meski demikian, namun tentunya juga menyesuaikan dengan umur beton sehingga kuat untuk dilintasi dan kemungkinan bisa tiga sampai enam bulan.
“Yang kami tekankan adalah masalah tarif sehingga tidak membebani masyarakat. Selain itu, kami juga akan berkoordinasi dengan Dishub Halmahera Barat untuk menyiapkan armada lanjutan ke Sofifi agar tidak terjadi penumpukan penumpang, ” jelasnya.
Pelayanan prioritas sambung Joko, akan dilakukan pada siang hari, sehingga masyarakat pengguna moda transportasi penyebrangan kapal ferry dapat melakukan penyesuaian karena pelayanan dimulai pada pagi hari.
” Kita berharap tidak ada kendaraan hingga malam hari sehingga semuanya kita atur sejak dini dengan melibatkan sejumlah pihak terkait, guna memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat, ” pungkas Joko. ***
Editor  : Armand
Penulis : Riko noho













