banner 468x60 banner 468x60

SMA 1 Kepulauan Sula Diduga Pungli Berkedok Sumbangan untuk Bangun Gapura

Klikfakta. id,KEPSUL – Dugaan pungutan liar (pungli) kembali mencuat di lingkungan pendidikan. Kali ini, giliran SMA Negeri 1 Kepulauan Sula yang disorot setelah adanya laporan bahwa orang tua/wali siswa dimintai dana dalam sebuah rapat, yang disebut-sebut untuk pembangunan gapura sekolah.

Informasi ini diperoleh dari salah satu sumber terpercaya yang enggan menyebutkan identitasnya. Menurutnya, dana yang diminta dari orang tua dipatok sebesar Rp100.000 per siswa.

Namun, pihak sekolah membantah bahwa pungutan tersebut bersifat memaksa.

Hal ini disampaikan oleh ketua Komite SMA Negeri 1 Kepulauan Sula Ahmad Buamona, beberapa pekan lalu, ia mengatakan bahwa penggalangan dana itu sesuai dengan Permendikbud Nomor 75 Tahun 2016 tentang Komite Sekolah, yang memperbolehkan pengumpulan dana secara sukarela dari orang tua.

“Iya, itu bukan Rp100.000 yang ditetapkan. Kita lihat dari Permendikbud 75 itu, tidak bertentangan karena itu bagian dari penggalangan dana. Bisa dari sumbangan partisipatif atau sukarela dari orang tua. Jadi, itu yang kemarin kami lakukan,” ujar Ahmad. Sabtu, (2/8/2025)

Ahmad menjelaskan bahwa meski sempat disebut nominal Rp100.000 dalam rapat, namun tidak ada angka yang dipatok. Dana sepenuhnya bersifat sukarela.

“Tentang dana partisipasi Rp100 ribu itu, saya sampaikan dalam rapat sebagai kisaran. Tapi tidak dipatok, hanya estimasi. Ada yang memberi Rp50 ribu, ada juga yang lebih. Itu sukarela sebenarnya,” tambahnya.

Ia menegaskan, dana itu digunakan murni untuk pembangunan gapura sekolah, dan bukan keperluan lain yang mencurigakan adalah hal yang wajar.

“Iya, wajar. Itu untuk pembangunan gapura. Nilainya tidak ditetapkan. Sukarela, tergantung orang tua. Ada yang berikan lebih dari Rp100 ribu, ada yang kurang,” ungkapnya.

Saat ditanya oleh wartawan apakah ada penolakan atau keberatan dari orang tua wali murid, Ahmad menyatakan bahwa semua pihak menyetujui dan tidak ada protes dalam rapat.

“Tarada (tidak ada). Semua mendukung dan sepakat. Tidak ada perbedaan pendapat di dalam rapat,”tutupnya.

Sementara Kepala SMA Negeri 1 Kepulauan Sula, Saida Daeng Hanafi, belum dapat dikonfirmasi wartawan terkait sumber anggaran pembangunan tersebut apakah berasal dari dana BOS, BOSDA, atau APBD Provinsi

Untuk diketaui di lokasi sekolah SMA Negeri I Kepulauan Sula. Pembangun gapura yang dirancang sesuai gambar dengan sesuai skala 1: 100 hingga saat ini belum tampak terlihat pembangunan.

Editor     : Redaksi

Penulis   : Sudirman Umawaitina

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page