banner 468x60 banner 468x60

168 Jiwa Mengungsi Pasca Kebakaran di Kota Baru Ternate

Klikfakta.id, TERNATE – Sebanyak 168 Jiwa menjadi korban kebakaran di RT 006 RW 002 Kelurahan Kota Baru, Kecamatan Ternate Tengah, Kota Ternate, Maluku Utara menjelang lebaran Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah tahun 2025 Masehi.

Kebakaran yang terjadi itu telah menyebabkan empat bangunan rumah kontrakan serta satu bangunan indekos ditempati 168 jiwa ludes terbakar akhirnya mengungsi di lokasi Masjid Darurrahman Kota Baru.

Insiden kebakaran ini terjadi pada Sabtu, 29 Maret 2025, sekira pukul 13.00 WIT yang menghanguskan 4 unit rumah kontrakan serta satu bangunan indekos, tercatat keseluruhan kurang lebih 45 kamar terbakar habis dilahap sijago merah.

“Untuk sementara waktu 168 jiwa korban kebakaran tersebut akan mengungsi di lantai dua Mesjid Darurrahman Kelurahan Kota Baru, ” ungkap Lurah Kota Baru, Sunar Badarudin. 

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Ternate, Ferry Handany Welly mengatakan, saat ini pihaknya sedang melakukan pendataan serta pemberian bantuan berupa makanan sesuai dengan data korban kebakaran.

“Saat ini kami pendataan untuk memberikan bantuan berupa makanan, mereka juga akan mengungsi di lantai dua Masjid Darurrahman untuk sementara waktu,” ujar Ferry

Sementara itu, pasca peristiwa tersebut, Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda melakukan kunjungan langsung ke korban kebakaran, sekaligus meninjau lokasi kejadian kebakaran.

Sherly didampingi Plh Dinas Sosial Malut Zeen Kasim untuk melihat kondisi dan kekurangan yang dimiliki para korban.

” Saat melakukan kunjungan tadi, Ibu Gub juga memastikan akan memberikan pelayanan bantuan sesuai kebutuhan korban kebakaran. Sementara yang kita siapkan adalah makanan siap saji, dan tenda untuk tempat tinggal, pakaian bagi korban, serta kebutuhan maupun perlengkapan untuk bayi dan anak – anak, “ungkap Zeen Kasim

Sementara itu salah satu korban penghuni indekos yang enggan namanya disebut mengaku, saat peristiwa itu, dirinya berlari tanpa menyelamatkan barangnya sedikitpun, karena melihat api terlalu besar.

“Saya sendiri dalam kamar, karena suami saya kerja di pelabuhan (buruh), saya lari dengan baju di badan, tidak ada satupun harta (uang) maupun lainnya yang diselamatkan,” ucap Ibu Korban asal Jayapura itu. ***

Editor    : Redaksi

Pewarta : Saha Buamona

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page