Klikfakta.id, HALBAR– Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat (Halbar), Provinsi Maluku Utara (Malut), pada Jumat (17/1/2024) menggelar rapat bersama Dandim 1501/Ternate dan Deputi BNPB RI (Republik Indonesia) untuk membahas terkait menyikapi erupsi gunung api Ibu.
Rapat yang digelar tersebut menindaklanjuti rekomendasi Badan Geologi PVMBG (Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi) bahwa status gunung ibu berada pada level IV atau awas.
Bupati Halbar James Uang menyampaikan, dalam rapat membahas terkait menyikapi erupsi gunung ibu yang berdasarkan rekomendasi dari petugas Badan Geologi PVMBG (Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi) berada di level IV .
Dimana level IV berdasarkan rekomendasi itu ada 6 desa yang berada pada radius 5 dan 6 kilometer harus dievakuasi.
Mereka harus mengosongkan desa mereka untuk dibawa ke tempat pengungsian kembali.
“sehingga kita menghindari jangan sampai ada hal-hal yang tidak kita inginkan bersama terjadi bagi masyarakat yang ada di 6 desa mulai dari desa Sangaji Nyeku, Soa Sangaji, Tuguis, Togereba Sungi, Borona dan Todoke,” ujarnya.
Secara keseluruhan warga di 6 desa yang akan di evakuasi tersebut berjumlah kurang lebih 2 ribu
Sebagai bentuk persiapan, akan disiapkan MCK, sanitasi. Kemudian tempat pengungsian dengan segala fasilitasnya, akomodasinya dan logistiknya.
Semua dipersiapkan dengan baik sehingga masyarakat yang mengungsi walaupun tidak senyaman mereka dirumah tetapi paling tidak dapat memanilisir keluhan-keluhan masyarakat di tempat-tempat pengungsian.
“Untuk kondisi kesehatan mereka sampai hari ini yang baru satu desa yang diungsikan sudah dua hari saya kira aman-aman,” terangnya.
James juga memastikan saat ini baru satu desa yang diungsikan, dan 5 desa lainnya belum evakuasi.
“Dalam rapat juga sudah dibicarakan dengan mengundang 6 Kepala Desa, kemudian ada 4 pimpinan umat dengan jemaat sama-sama kita edukasi mereka sehingga mulai sore ini besok dan seterusnya di evakuasi, ” jelasnya.
“Masyarakat kadang tidak mengerti situasi ini karena itu butuh sosialisasi dan pemahaman kepada masyarakat sehingga mereka memberi diri untuk diungsikan ke tempat pengungsian demi aman dan keselamatan mereka, ” lanjutnya.
Sementara, Deputi bidang sistem dan Strategi BNPB RI, Raditya menjelaskan, kehadiran dari pemerintah pusat penting guna mendampingi pemda yang sudah melaksanakan tugasnya, dalam fase kedaruratan gunung ibu.
” Kami yakin karena pembelajaran tahun lalu sudah berjalan dengan bagus dan optimal untuk itu kami hadir dalam pendampingan ini kami pastikan kesenjangan-kesenjangan yang terjadi di lapangan bisa segera selesai, ” imbuhnya.
“Prioritas yang menjadi penting yang disampaikan oleh Bupati dalam rapat juga menjadi tugas bersama termasuk masyarakat yang akan paham pentingnya menyelamatkan dirinya. Jadi hari ini sampai besok sesuai target yang disampaikan pak Dandim adalah melakukan evakuasi untuk meyakinkan bahwa mereka berada di zona yang aman, ” sambungnya.
Raditya juga berharap adanya peran penting media untuk bisa melakukan sosialisasi melalui media literasi pentingnya kawasan yang terancam tersebut betul-betul tidak ada aktifitas untuk sementara dalam status yang di tetapkan oleh PVMBG adalah awas jadi ini menjadi penting.
” Dan kami dari pusat tentunya selalu melakukan kordinasi terus terutama dengan pihak kementerian lembaga lain bisa ikut mendukungm Sementara ini kami melihat bahwa kesiapan dari pemerintah daerah sudah bagus tinggal nanti kita giat perkembangan perhari kita evaluasi setiap hari, dan kita pastikan semua berjalan bagus dan optimal demi keselamatan masyarakat. Dan semuanya ini demi tanggung jawab kita bersama dalam hal ini masalah gunung api, ” pintanya.
Sementara Ketua Satgas Bencana Erupsi Gunung Ibu Kolonel (Arm) Adietya Yuni Nurtono mengungkapkan, sesuai SK bupati, dirinya juga ditunjuk sebagai komandan posko tanggap darurat erupsi gunung ibu.
Dimana sejak kemarin, pihaknya sudah mengarahkan kurang lebih 200 personil baik TNI, Polri, Satpol PP dan tenaga kesehatan di lokasi untuk menyiapkan kegiatan evakuasi masyarakat.
” Walaupun kemarin baru sebagian satu desa kita evakuasi harapan kami dalam dua hari ini kita bisa menyelesaikan semua proses evakuasi sehingga kita fokus kepada pelayanan pengungsi, ” pungkasnya. ***
Editor  : Armand
Penulis : Riko Noho













