Hari Pertama Reses, Anggota DPRD Halut Harold Debeturu Sambangi Desa Talaga Paca

Klikfakta.id, HALUT– Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Halmahera Utara, Harold Debeturu, memulai kegiatan reses di Desa Talaga Paca, Kecamatan Tobelo Selatan, pada Minggu (6/7/2025).

Reses ini bertujuan untuk menjaring aspirasi masyarakat secara langsung, khususnya di Daerah Pemilihan (Dapil) Harol. Pertemuan digelar di Rumah Jemaat Wowango, Desa Talaga Paca, dan dihadiri Kepala Desa, tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda, serta masyarakat setempat.

Dalam sambutannya, Harol menegaskan bahwa reses adalah kesempatan bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai persoalan dan kebutuhan di desa, yang nantinya akan diperjuangkan di tingkat kabupaten.

“Reses ini menjadi wadah kita semua untuk berdialog secara langsung. Semua aspirasi yang disampaikan akan saya catat dan kawal agar dapat terealisasi melalui program-program pemerintah daerah,” kata Harold Debeturu di hadapan para peserta.

Pertemuan berlangsung dengan penuh antusias. Warga secara bergantian menyampaikan berbagai aspirasi, mulai dari perbaikan infrastruktur jalan desa, pembangunan fasilitas air bersih, hingga kebutuhan penerangan jalan.

Beberapa usulan prioritas yang mengemuka antara lain pengadaan jalan tani, pemasangan lampu jalan, serta program pemberdayaan masyarakat.

Menanggapi aspirasi tersebut, Harol berjanji akan membawa semua masukan ke rapat DPRD dan memperjuangkannya agar dapat dimasukkan ke dalam rencana pembangunan daerah.

Dalam kesempatan itu, Harold juga menyinggung soal Peraturan Daerah (Perda) tentang Hilirisasi Buah Kelapa. Ia menjelaskan, Perda tersebut diterbitkan untuk memotong rantai distribusi kelapa yang selama ini panjang dan merugikan petani.

“Selama ini penjualan kelapa masih bergantung pada rantai distribusi yang panjang, mulai dari petani, pedagang, pengumpul, hingga industri di luar daerah. Kondisi ini membuka celah permainan harga, sehingga petani tidak pernah mendapatkan harga maksimal,” jelas Harold.

Ia menegaskan bahwa ke depan, buah kelapa di Halmahera Utara harus diolah menjadi produk turunan agar memiliki nilai tambah.

“Intinya, buah kelapa harus menjadi produk olahan, bukan lagi bahan mentah. Nilai bahan baku akan tinggi kalau ada proses. Kalau tidak, ya tidak ada nilai tambah,” tegasnya.

Di akhir kegiatan , politisi Partai Perindo ini, menyerahkan bantuan kepada jemaat Wowango berupa 50 sak semen serta uang tunai untuk pembangunan rumah ibadah.***

Editor : Redaksi

Pewarta : Samuel.L

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page