Pelayanan Kesehatan Tak Becus, Bupati Halut Didesak Copot Kapus Dama dan KTU

Aksi unjuk rasa yang digelar oleh ratusan massa dari Pemuda Peduli Kesehatan Kecamatan Loloda, Kabupaten Halmahera Utara di halaman Puskesmas Dama( foto : istimewa)

Klikfakta.id, ‎HALUT – Bupati Halmahera Utara, Maluku Utara Piet Hein Babua melalui Kepala Dinas Kesehatan Selpianus H. Kaya didesak copot Kepala Puskesmas Dama, Kecamatan Kepulauan Loloda Ferdinan Hehega.

Desakan itu disampaikan ratusan massa dari Pemuda Peduli Kesehatan Kecamatan Loloda, Kabupaten Halmahera Utara saat mengepung Puskesmas Dama melakukan aksi protes keras terhadap buruknya pelayanan kesehatan, pada Selasa (7/4/2026).

Pantauan di lokasi, ratusan massa dengan truk, membawa sound system dan spanduk berisi tuntutan keras yang meneriakkan desakan agar Kapus dan KTU segera dicopot, serta meminta tenaga medis asli daerah dikembalikan untuk melayani masyarakat. ‎ ‎Dalam aksi tersebut, massa menilai pelayanan Puskesmas Dama tidak becus, untuk itu massa mendesak Kepala Puskesmas (Kapus) serta Kepala Tata Usaha (KTU) segera angkat kaki dari wilayah Loloda Kepulauan.

Oleh ‎Koordinator lapangan, Sahril Hi Abdullah, menegaskan bahwa aksi yang dilakukan ini dipicu dengan adanya kekecewaan mendalam masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang dinilai amburadul. ‎ ‎“Pelayanan di sini tidak becus. Kami tidak mau ada korban jiwa selanjutnya, karena kelalaian dan buruknya pelayanan di Puskesmas Dama,” tegas Sahril dalam orasinya. ‎ ‎Ia juga meminta adanya evaluasi total terhadap seluruh tenaga medis, serta mendesak Kepala Puskesmas bertanggung jawab terkait dengan manajemen pelayanan kesehatan yang dinilai gagal. ‎ ‎”Tenaga medis itu harus siap dan sigap untuk melayani masyarakat, bukan justru lamban saat dibutuhkan,” tukasnya. ‎ ‎Keluhan senada juga yang disampaikan warga Desa Salube, Risbullah Kasim yang menyoroti sering kosongnya stok obat di puskesmas. ‎ ‎“Ini puskesmas, tapi obat tidak ada. Bagaimana masyarakat bisa dilayani dengan baik kalau obat saja kosong,” ujarnya dengan nada kesal. ‎ ‎Massa aksi juga menuntut pertanggungjawaban atas meninggalnya warga Desa Dama dan Desa Salube yang diduga akibat pelayanan yang tidak maksimal. ‎ Massa mendesak Bupati Halmahera Utara dan Kepala Dinas Kesehatan segera copot Kepala Puskesmas Dama, untuk meningkatkan mutu pelayanan, menyediakan obat dan fasilitas kesehatan, serta memprioritaskan tenaga medis dari Loloda Kepulauan. ‎ ‎Tak hanya itu, massa juga meminta Bupati dan Wakil Bupati segera mengambil langkah tegas dengan mencopot Kapus dan KTU. ‎ ‎“Kalau tidak mampu bekerja, lebih baik angkat kaki dari sini. Kami butuh pelayanan, bukan alasan,” teriak massa. ‎ ‎Warga menegaskan, jika tuntutan mereka tidak direspons, aksi lanjutan dengan skala lebih besar akan kembali dilakukan. (sah/tim/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page