Dari Ruang Kelas ke Parlemen, Jejak Safrin Gailea Meniti Jalan Politik

" Siap Mengabdi untuk Hai Poa Bai'

Ketua DPD Partai NasDem Kabupten Kepulauan Sula, Drs. Hi.Safrin Gailea S.H, MSi ( foto : istimewa)

Klikfakta.id Nama Safrin Gailea mungkin tidak asing di telinga banyak orang, terutama para politisi, khususnya warga di Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku. Utara.

Politisi yang biasa di sapa Haji Saf ini telah melalui proses panjang sebelum menjabat sebagai anggota DPRD aktif Kabupaten Kepulauan Sula saat ini.

Pengalaman panjang sebagai birokrasi sejak tahun 1987, menjadi bekal berharga bagi Safrin yang kini dipercayakan menjabat sebagai ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Kepulauan Sula, untuk membangun ‘ Hai Sua Poa Bai ‘.

Dalam wawancara singkatnya, Safrin menuturkan, perjalanan karirnya usai menyelesaikan pendidikan S1( strata satu) di Universitas Pattimura( Unpatti), sebagai tenaga pendidik.

” Awalnya saya menjadi guru di SMA Negeri 1 Ternate, kemudian diangkat menjadi Kepala Sekolah di SMAN 1 Ternate, kemudian dipercayakan kembali menjabat sebagai Kepsek di SMA Negeri 2 Tidore Kepulauan, tuturnya kepada awak media, Jumat ( 15/5/2026) malam di Cafe Anomali Ternate,”.

Di era kepemimpinan Gubernur Maluku Utara Thaib Armaiyn, ia tunjuk sebagai
Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Maluku Utara.

Ketika Kabupaten Kepulauan Sula resmi dimekarkan pada 2023, ia memutuskan untuk pindah dan mengabdi di Sula.

Perjalanan karir birokrasinya di Kabupaten Sula diawali saat dirinya ditunjuk oleh Bupati Kepulauan Sula Ahmad Hidayat Mus( AHM) sebagai Kepala Dinas Pendidikan tahun 2003.

Dari situ, ia kemudian ditunjuk menduduki berbagai jabatan strategis baik di era kepemimpinan Bupati Ahmad Hidayat Mus selama dua periode, hingga di era kepemimpinan Bupati Hendrata Theis. Diantaranya :

1. Kepala Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Kepulauan Sula (Tahun 2003)

2. Sekretaris DPRD Kabupaten Kepulauan Sula (Tahun 2006)

3. Kepala Dinas Nakertrans Kabupaten Kepulauan Sula (Tahun 2007)

4. Kepala Bappeda Kabupaten Kepulauan Sula (Tahun 2008)

5. Kepala Inspektorat Daerah Kabupaten Kepulauan Sula (Tahun 2010)
Kepala Bappeda Kabupaten Kepulauan Sula (Tahun 2012)

6. Asisten Bidang Administrasi Kabupaten Kepulauan Sula (Tahun 2014)

7. Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Sula (Tahun 2014)

Safrin bahkan sempat ditunjuk oleh Kementerian Dalam Negeri( Kemendagri) sebagai Pelaksana tugas( Plh) Bupati Kepulauan Sula saat itu, mengingat belum ada penetapan Penjabat Bupati oleh Gubernur Malut, pasca berakhirnya masa jabatan Bupati dan Wakil Bupati tahun 2014 silam, setelah itu kembali menjabat Sekda.

Mengabdi di birokrasi kurang lebih 33 tahun, ia akhirnya memilih memasuki dunia politik dengan mencalonkan diri sebagai anggota legislatif, dan terpilih selama dua periode berturut- turut, atau hingga saat ini sebagai anggota DPRD Kabupaten Kepulauan Sula.

Jabatannya sebagai anggota legislatif juga tak kalah mentereng.Safrin bahkan menduduki sejumlah jabatan strategis. Diantaranya :

1. Ketua Fraksi DPRD Sula tahun 2019

2. Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Kepulauan Sula (Tahun 2021)

3. Wakil Ketua DPRD Sula tahun 2024

4. Ketua Komisi I DPRD Sula tahun 2024

Dengan pengalaman karir sebagai birokrat maupun Politisi, Safrin Gailea merupakan salah satu figur yang memiliki pemahaman komprehensif tentang kebutuhan dan arah pembangunan Kabupaten Kepulauan Sula.

Jejak panjang pengabdiannya menjadi modal kuat dalam setiap langkahnya untuk terus berkontribusi bagi daerah yang dicintainya.

Ditanya soal arah pembangunan Kepulauan Sula, menurutnya, pondasi pembangunan Sula telah diletakan oleh Bupati dua peride Ahmad Hidayat Mus, dan dilanjutkan oleh kepemimpinan selanjutnya.

Meski demikian ,namun menurut dia, masih banyak pekerjaan rumah yang harus dikerjakan, terutama pelayanan dasar pendidikan hingga pelayanan kesehatan.

“Pendidikan dan kesehatan adalah pelayanan dasar yang harus terus dibenahi. Pemerintah harus memastikan pelayanan kepada masyarakat menjadi prioritas utama,” tambahnya.

Safrin menegaskan , tujuan utama pembangunan bukan sekadar menghadirkan proyek fisik, tetapi mengangkat harkat dan martabat masyarakat Kepulauan Sula.

“Sebagai orang Sula, saya ingin pembangunan benar-benar menghadirkan manfaat bagi masyarakat. Pemerintahan harus berjalan, tetapi pelayanan kepada masyarakat tetap menjadi faktor yang paling penting,” pungkasnya.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page