Klikfakta. id,TERNATE– Pekerjaan jembatan Ake Rua Baru Ternate yang diduga dikerjakan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Maluku Utara, menyisakan masalah.
Ini menyusul pelaksanan proyek tersebut menyebabkan pagar SD Negeri 66 Kota Ternate roboh.
Perobohan fasilitas umum tersebut memicukeluhan warga. Sebagaimana yang disampaikan langsung Kepala Sekolah SD Negeri 66 Kota Ternate, Hamid Suma.
Hamid mempertanyakan sikap kontraktor yang telah merobohkan pagar sekolah saat pengerjaan proyek Jembatan Ake Rua Baru pada akhir tahun 2025.
Pasalnya hingga pada saat ini tidak ada kejelasan untuk perbaikan pagar tersebut, bahkan terlihat masih terkatung-katung.
Keluhan ini mencuat ke publik saat digelarnya kegiatan sosial penguatan aparatur, pada 22 Oktober 2026 oleh Pemerintah Kelurahan Rua, Kecamatan Ternate Pulau.
Pihak sekolah menyayangkan pembongkaran fasilitas pendidikan tersebut yang hingga kini belum dikembalikan ke kondisi semula.
Menanggapi keluhan warganya, Lurah Rua, Ma’ruf M Saleh, menyatakan siap mengambil tindakan dinas dengan menyurat secara resmi ke pihak ketiga untuk bertanggung jawab atas proyek tersebut!
“Terkait hal itu, nanti kita menyurat ke pihak ketiga. Apakah saya menyurat atau kepala sekolah, nanti saya sebagai yang mengetahui (menandatangani/menyetujui),” mata Ma’ruf disela-sela kegiatan sosialisasi tersebut.
Sementara itu Gali selaku tim komunikasi publik dari BPJN Malut mengaku bahwa dirinya telah konfirmasi ke Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Malut selaku pengawas.
Namun dari hasil konfirmasi mereka mengaku terkait dengan pembongkaran atau membangun kembali pagar SD 66 Ternate bukan ranah mereka (BPJN).
“Sudah saya konfirmasi ke PPK, mereka tidak komitmen/janji apa pun, tapi, pagar rumah warga sudah dibantu dan ditindaklanjuti,” ujar Galih
Namun, sikap tertutup justru ditunjukkan oleh pihak pelaksana lapangan.
Adi selaku perwakilan dari pihak kontraktor (PT. Fida Teknik Pratama) ketika dikonfirmasi melalui whatsapp memerintahkan menghubungi tim teknisnya.
“Nanti hubungi Tim Teknis saya, karena mereka yang berkoordinasi terkait pagar SD Negeri Rua,” singkat Adi, Senin (2/11/2026).
Hingga berita ini ditayang belum adanya kepastian terkait tindak lanjut penanganan pagar SD Negeri 66 Ternate. (sah/red)




















