banner 468x60 banner 468x60

Cegah Potensi Ketegangan, Polres Haltim Deklarasi Cinta Damai

Deklarasi Damai yang berlangsung di Resto Cafe Sudut Hati, Desa Sailal, Kecamatan Maba, Kabupaten Halmahera Timur( Dok: Polres Halmahera Timur)

Klikfakta.id, HALTIM — Kepolisian Resor (Polres) Halmahera Timur, Maluku Utara menggelar deklarasi damai bersama dengan pemerintah kecamatan, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan pemuda, Jumat (3/4/2026).

Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka untuk memperkuat toleransi serta mencegah potensi konflik sosial di wilayah tersebut yang digelar di Resto Cafe Sudut Hati, Desa Sailal, Kecamatan Maba, Kabupaten Halmahera Timur.

Hadir dalam kegiatan tersebut Wakapolres Haltim Kompol Ayub Patty, Kapolsek Maba AKP Fegi Hendra Laramunde, anggota DPRD, unsur Forkopimcam, perwakilan FKUB, para kepala desa, dan tokoh adat, Karang Taruna, serta masyarakat.

‎Deklarasi damai ini menjadi langkah strategis dalam meredam potensi konflik yang dipicu oleh perkembangannya isu di wilayah Patani yang dikaitkan dengan masyarakat Halmahera Timur.

‎ ‎Dalam kesempatan tersebut, seluruh elemen masyarakat bersepakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya, baik dari media sosial maupun isu dari mulut ke mulut.

Masyarakat juga diimbau untuk menyerahkan setiap persoalan kepada aparat kepolisian guna menghindari konflik horizontal.

‎ ‎Wakapolres Halmahera Timur, Kompol Ayub Patty, mengapresiasi kehadiran seluruh pihak yang menunjukkan kepedulian bersama dalam menjaga stabilitas keamanan daerah.

Ia juga, menegaskan bahwa komunikasi dan silaturahmi menjadi kunci yang paling utama dalam mencegah perpecahan.

‎ ‎“Peran tokoh agama, tokoh masyarakat, dan pemuda sangat penting untuk menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif,” ujarnya.

‎ ‎Ia juga menyoroti dinamika sosial ke depan, terutama dengan adanya aktivitas perusahaan tambang di Halmahera Timur yang berpotensi menimbulkan tantangan di tengah masyarakat.

‎ ‎”Masyarakat diminta untuk tidak melakukan tindakan seperti sweeping, pergerakan massa, maupun aksi balasan yang dapat memperkeruh situasi,”tandasnya.

‎ ‎Deklarasi damai ini menjadi simbol komitmen bersama seluruh elemen masyarakat untuk menolak segala bentuk kekerasan serta menjaga persatuan dan kesatuan di wilayah Halmahera Timur. (sah/red) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page