banner 468x60 banner 468x60

Desa Kira – Duma di Halut Gelar Deklarasi Damai

Deklarasi Damai Warga Desa Kira dan Desa Duma di Kabupaten Halmahera Utara ( foto : istimewa)

Klikfakta. id, HALUT — Setelah sempat terlibat konflik, warga di desa Kira dan desa Duma di Kecamatan Galela Barat, Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, menggelar deklarasi damai pada Jumat(10/4/2026) pagi tadi.

Deklarasi damai berlangsung di perbatasan kedua desa, dihadiri seluruh tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, dan seluruh komponen masyarakat kedua desa.

Deklarasi damai disaksikan secara langsung oleh Bupati Piet Hein Babua, Wakil Bupati Kasman Hi. Ahmad, Kapolres Halut AKBP Erickson Erlickson Pasaribu, perwakilan Kodim Tobelo, Camat Galela Barat Abd. Wadud Umar Show, tokoh pemuda dan para pelajar kedua desa.

Nafiar, perwakilan pemuda dari desa Kira memyampaikan, deklarasi damai ini harus menjadi titik awal perubahan nyata, bukan sekadar seremoni. Sebab, peristiwa bentrokan antar dua Desa tersebut kerap terjadi.

“Deklarasi ini jangan hanya sebatas seremonial, tetapi harus terus berlanjut. Kita harus tetap hidup berdampingan secara damai dan tidak mudah terhasut isu-isu provokasi, ” pintanya

Ia memberikan apresiasi peran aparat keamanan serta Pemda Halut yang telah memfasilitasi pertemuan damai tersebut.

Sebab, langkah itu membuat suasana kembali normal setelah sempat beberapa hari sebelumnya berlangsung tegang.

Sementara itu, perwakilan pemuda Desa Duma, Robin Balamau, menyampaikan, insiden bentrokan tersebut sedianya menjadi pelajar bersama agar tidak ulangi lagi, bahkan refleksi keras terhadap konflik yang terjadi.

“Generasi yang bentrok adalah generasi yang bobrok. Harapan terbesar kami adalah kedamaian,”tegasnya.

Robin juga meminta orang tua berperan dalam membina generasi muda, sebab di usai remaja kerap melakukan kenakalan.

“Ini adalah masalah sosial yang perlu perhatian orang tua sebagai guru pertama di rumah, untuk mengontrol anak-anak muda, ” ucapnya.

Sementara Kapolres Halut, AKBP. Erlichson Pasaribu, bahwa konflik antar kampung di wilayah tersebut sudah berulang kali terjadi. Pemicunya adalah salah paham kalangan remaja.

“Selama kurang lebih 10 bulan saya bertugas, sudah empat kali terjadi tarkam di desa ini, yang sebagian besar dipicu salah paham di kalangan remaja, sehingga itu kita perlu bergandengan tangan dan tentunya peran orang tua sangat penting dalam mengontrol anak-anak. Kami juga siap mendukung kegiatan positif untuk mengembangkan kreativitas pemuda, ” jelasnya.

Semenatra Wabup Halut Kasman Hi Ahmad dalam kesempatan tersebut mengajak masyarakat untuk kembali mengingat nilai persatuan lintas agama yang telah lama hidup di bumi Hibualamo.

Sebab nilai kemanusiaan harus menjadi landasan bersama Islam dan Kristen adalah satu di wilayah ini. Sejak perjuangan, kebersamaan itu sudah terbangun.

” Kita sebagai generasi sekarang wajib menjaganya.Nilai tertinggi dalam peradaban adalah kemanusiaan, yaitu kasih sayang antar sesama, ” imbuhnyam

Bupati Halut Piet Hein Babua menyampaikan apresiasi terhadap sikap inisiatif generasi muda dalam mendorong perdamaian.

“Saya bangga dengan generasi muda Kira dan Duma yang menggagas deklarasi damai ini. Jangan menjadi aktor penyebar isu yang tidak jelas. Bijaklah bermedsos agar tidak memprovokasi masyarakat lain, ” pungkasnya. (sah/tim/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page