Klikfakta. id, HALTENG– Anggota DPRD Halmahera Tengah, yang juga Ketua DPD Partai Perindo Halteng, Usman Tigedo, mempertanyakan pekerjaan proyek perawatan jalan menggunakan hotmix dalam Kota Weda.
Pasalnya proyek yang menelan anggaran miliaran rupiah ltu, diduga terkesan asal- asalan. Kualitas pelaksanaannya patut dipertanyakan.
Usman menilai pelaksanaan pekerjaan di lapangan terkesan kurang maksimal, khususnya pada proses pengerukan aspal lama sebelum pelapisan hotmix baru dilakukan
Seperti yang terlihat di depan dermaga Weda menuju pasar, bukan dilakukan pengupasan menyeluruh, tetapi hanya di cukur sekitar lima garis, sehingga tekstur jalan dinilai kurang padat dan berpotensi memengaruhi daya tahan konstruksi dalam jangka panjang.
” Jadi kalau proses pekerjaanya seperti ini, bagaimana dengan kualitasnya ke depan, “tegasnya.
Menurutnya, pengupasan aspal lama seharusnya dilakukan secara merata agar lapisan hotmix memiliki daya rekat kuat serta ketahanan maksimal.
“Biasanya kalau tidak dikontrol secara maksimal, itu berpotensi baru setahun sudah rusak,” ujarnya.
Tak hanya menyoroti pekerjaan yang sedang berjalan, ia juga meminta dinas terkait turun kembali mengevaluasi ruas yang telah selesai dikerjakan, termasuk jalan di belakang Perumahan 50 Kilo Tiga.
Ia mengaku menerima informasi adanya kondisi yang perlu ditinjau ulang guna memastikan pekerjaan benar-benar sesuai spesifikasi.
“Saya minta dinas jangan hanya fokus pada pekerjaan yang sementara berjalan, tapi juga melihat kembali hasil pekerjaan yang sudah selesai. Kalau ada kekurangan, segera diperbaiki, ” tegasnya.
Sebagai perwakilan rakyat, lanjut pria yang biasa di sapa Over ini, pengawasan terhadap proyek infrastruktur tidak boleh setengah hati.
Setiap rupiah yang bersumber dari APBD harus dipertanggungjawabkan secara transparan dan profesional.
“Saya minta dinas terkait benar-benar mengawasi pekerjaan jalan dalam kota secara maksimal. Jangan main-main dengan uang rakyat,” tandasnya.
Ia memastikan DPRD akan terus memantau perkembangan proyek hotmix tersebut demi menjamin kualitas infrastruktur yang dibangun benar-benar memberi manfaat jangka panjang bagi masyarakat. (ros/red














