Klikfakta.id, KEPSUL – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-23 Kabupaten Kepulauan Sula, bertajuk “Bergerak Bersama Membangun Sula” Bupati Fifian Adeningsi Mus menerima buku Siskamling Jaga Sula dari tim perumus.
Yakni Kapolres Sula AKBP Kodrat Muh. Hertanto dan Ketua STAI Babussalam Sula Maluku Utara, Dr. Sahrul Takim, yang berlangsung di Istana Daerah (ISDA), Desa Fagudu, Kecamatan Sanana, Ahad (31/5/2026).
Bupati Kepulauan Sula, Fifian Adeningsi Mus menyambut baik penyerahan buku tersebut dan memberikan apresiasi kepada Polres Kepulauan Sula serta penulis yang telah mendokumentasikan salah satu inovasi sosial penting di daerah.
Kapolres Sula, AKBP Kodrat Muh. Hertanto kepada Klikfakta.id menyatakan bahwa, Penyerahan buku ini merupakan bentuk dukungan dan komitmen Polres Kepulauan Sula dalam memperkuat sinergitas dengan Pemerintah Daerah melalui penguatan sistem keamanan lingkungan berbasis partisipasi masyarakat.
“Penyerahan Buku Siskamling Jaga Sula menjadi simbol kuatnya kolaborasi antara Polri, Pemerintah Daerah, kalangan akademisi, dan seluruh elemen masyarakat dalam membangun kesadaran kolektif terhadap pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan secara bersama-sama,”jelasnya.
Selain itu, Program Jaga Sula merupakan salah satu inovasi Polres Kepulauan Sula yang mengedepankan pendekatan preventif dan partisipatif melalui penguatan Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling).
“Program ini bertujuan mendorong keterlibatan aktif masyarakat, pemerintah desa, tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda, serta seluruh komponen masyarakat dalam menjaga situasi kamtibmas yang aman dan kondusif,” ucapnya.
Lebih lanjut, Kodrat mengatakan bahwa, Keamanan merupakan tanggung jawab bersama yang memerlukan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
Oleh karena itu, kehadiran Buku Siskamling Jaga Sula diharapkan dapat menjadi pedoman sekaligus motivasi bagi masyarakat untuk terus menghidupkan budaya gotong royong, kepedulian sosial, dan partisipasi aktif dalam menjaga keamanan lingkungan masing-masing.
“Momentum HUT ke-23 Kabupaten Kepulauan Sula ini juga menjadi pengingat bahwa keberhasilan pembangunan daerah tidak hanya ditentukan oleh kemajuan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga oleh terciptanya situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif sebagai fondasi utama pembangunan yang berkelanjutan,”tuturnya.
Sementara itu, Ketua STAI Babussalam Sula Maluku Utara, Dr. Sahrul Takim menyampaikan, buku ini lahir dari sebuah gagasan besar untuk mendokumentasikan sekaligus memperkenalkan praktik baik (best practice) keamanan partisipatif yang telah berkembang di Kepulauan Sula melalui gerakan Jaga Sula.
Menurutnya, keamanan yang kuat tidak hanya dibangun melalui kekuatan aparat, tetapi juga melalui keterlibatan aktif masyarakat yang menjaga lingkungan, keluarga, dan kampungnya masing-masing.
“Buku ini merupakan catatan penting tentang bagaimana masyarakat Kepulauan Sula mampu menghidupkan kembali semangat gotong royong dan kepedulian sosial dalam menjaga keamanan. Kami berharap buku ini menjadi inspirasi bagi generasi sekarang maupun generasi yang akan datang,”sebutnya.
Sahrul menjelaskan bahwa, buku tersebut merupakan hasil kajian, catatan lapangan, serta rangkaian wawancara dengan berbagai pihak yang terlibat dalam implementasi program Jaga Sula.
Buku ini mengangkat perpaduan antara nilai-nilai budaya lokal seperti Lom Poa Hoi, Mana Wa Lima, Malom Kub, semangat gotong royong, dan maksaira, dengan pendekatan keamanan modern yang melibatkan teknologi komunikasi, koordinasi lintas sektor, serta penguatan kapasitas masyarakat.
Olehnya itu, penyerahan buku pada momentum HUT Kabupaten Kepulauan Sula ke-23 memiliki makna yang sangat mendalam.
Selain sebagai bentuk penghormatan terhadap perjalanan daerah, buku ini juga menjadi refleksi bahwa pembangunan tidak hanya diukur dari aspek fisik dan ekonomi, tetapi juga dari keberhasilan membangun keamanan sosial yang berkelanjutan.
“Siskamling Jaga Sula bukan sekadar program ronda malam. Siskamling Jaga Sula adalah gerakan sosial yang menghidupkan kembali identitas masyarakat Sula sebagai masyarakat yang saling menjaga, saling membantu, dan saling bertanggung jawab terhadap keamanan bersama. Karena itu, buku ini kami persembahkan sebagai kado untuk seluruh masyarakat Kepulauan Sula,”tukasnya.
Sahrul berharap, Kehadiran buku ini diharapkan menjadi sumber pengetahuan, referensi kebijakan, sekaligus inspirasi bagi seluruh elemen masyarakat dalam menjaga stabilitas daerah.
“Semoga di usia Kabupaten Kepulauan Sula yang ke-23, penyerahan buku Siskamling Jaga Sula menjadi simbol bahwa pembangunan daerah tidak hanya membutuhkan infrastruktur dan investasi, tetapi juga memerlukan keamanan, solidaritas, dan partisipasi masyarakat sebagai fondasi utama,”imbuhnya.
“Melalui semangat Jaga Sula, masyarakat diajak untuk terus menjaga diri, menjaga keluarga, menjaga lingkungan, dan menjaga masa depan Kepulauan Sula agar tetap aman, harmonis, dan sejahtera,’sambungnya.
HUT Ke-23 Kabupaten Kepulauan Sula bukan hanya tentang mengenang perjalanan masa lalu, tetapi juga tentang meneguhkan komitmen untuk membangun masa depan yang lebih aman dan bermartabat bagi seluruh masyarakat Kepulauan Sula.***
Editor : Redaksi
Pewarta : Sudirman Umawaitina













