Klikfakta.id, TERNATE – Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Maluku Utara Irjel Pol Midi Siswoko mengungkap minimnya akademi kepolisian (Akpol) yang merupakan sekolah pendidikan calon perwira pertama Polri di Republik Indonesia.
Untuk diketahui bahwa lulusan akpol itu langsung menjadi perwira pertama polri dengan pangkat Inspektur Polisi Dua (IPDA).
Bahkan bisa dijadikan sebagai pilihan yang cocok bagi siswa siswi lulusan SMA dan MA untuk ingin berkarir seorang polisi.
Maluku Utara sendiri saat ini masih tercatat minimnya dengan penerimaan Akademi Kepolisian diungkapkan oleh Kapolda Malut Irjen Pol Midi Siswoko mengatakan alasannya kenapa minim masuk akpol, karena persaingan yang begitu ketat dalam hal akademik.
“Maluku Utara ini kalau kita mencari lulusan Akpol yang asli putra daerah memang agak susah, bahkan untuk jalur sumber sarjana saja tidak ada yang lulus, hal itu karena dilihat dari sisi pendidikan sehingga ini sangat susah,” ujar Irjen Pol Midi Siswoko pada Sabtu 8 Februari 2025.
Sebab dari setiap tahapan, kata Jendral dua bintang itu, sudah tentu panitia pastinya menerapkan standar nasional dan itu harus dilakukan kepada para calon taruna Akpol maupun dari sumber Sarjana.
“Kita terapkan ini di daerah ada sebagian yang penuhi syarat khusus untuk daerah, namun setelah sampai di pusat pasti mereka ikut tes lagi, nah ini juga menjadi soal, karena ada persaingan dengan peserta dari Provinsi lain,” katanya.
Kapolda juga sangat mengharapkan kepada putra-putri asli daerah Maluku Utara yang ingin mengikuti tahapan tes taruna Akpol maupun jalur sumber sarjana, harus menyiapkan diri lebih awal, mulai dari pendidikan dan fisik agar pada saat tahapan tes sudah siap.
“Untuk kuota memang tidak ada tetapi Mabes pasti memberikan jalur pada putra daerah nah ini kalau tidak memenuhi syarat sayang akan diambil daerah lain, untuk itu harus siapkan diri dari awal,” pungkasnya. ***
Editor : Redaksi
Pewarta : Saha Buamona












