Klikfakta.id, KEPSUL – Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Babussalam Sula Maluku Utara, menggelar kuliah umum dengan menghadirkan Anggota DPD RI, Dr. Graal Taliawo sebagai narasumber utama, bertajuk “Politik Gagasan dan Tantangan-tantangannya; Refleksi atas Praktik” yang berlangsung di kampus STAI Babussalam Sula, pada Kamis (14/5/2026).
Ketua STAI Babussalam Sula, Dr. Sahrul Takim kepada Klikfakta.id menyampaikan apresiasi dan penghargaan atas kehadiran Dr. Graal Taliawo di tengah civitas akademika kampus.
Menurutnya, kunjungan tokoh nasional sekaligus anggota DPD RI itu menjadi momentum penting bagi mahasiswa untuk memperoleh wawasan langsung mengenai dinamika politik nasional.
“Kehadiran Bapak Dr. Graal Taliawo merupakan suatu kehormatan bagi kami. Ini menjadi kesempatan berharga bagi mahasiswa untuk belajar langsung mengenai praktik politik, demokrasi, serta pentingnya politik yang dibangun di atas gagasan dan kepentingan rakyat,” ujanya.
Sahrul menegaskan, bahwa tema yang diangkat dalam kuliah umum sangat relevan dengan kondisi bangsa saat ini, di mana ruang politik sering kali lebih didominasi oleh persaingan kepentingan dan pencitraan dibandingkan pertarungan ide dan solusi nyata bagi masyarakat.
Untuk itu, politik sejatinya harus menjadi sarana pengabdian dan perjuangan untuk kepentingan rakyat, bukan sekadar perebutan kekuasaan.
Oleh karena itu, mahasiswa sebagai generasi intelektual diharapkan mampu tampil sebagai agen perubahan yang kritis, berintegritas, dan memiliki kepedulian terhadap persoalan bangsa.
“Mahasiswa tidak boleh apatis terhadap persoalan kebangsaan. Kampus harus menjadi ruang lahirnya pemikiran-pemikiran kritis dan solusi bagi berbagai tantangan sosial, politik, dan pendidikan,” tegasnya.
Selain itu, Sahrul juga menyoroti tantangan politik di era digital saat ini, seperti maraknya hoaks, politik identitas, ujaran kebencian, serta polarisasi sosial yang dapat mengganggu kualitas demokrasi.
Mahasiswa juga diminta untuk mampu menghadirkan budaya dialog yang sehat dan mengedepankan argumentasi berbasis ilmu pengetahuan.
“Mahasiswa harus menjadi generasi pencerah, bukan generasi yang mudah terprovokasi. Politik harus dijalankan dengan etika, moral, dan akhlak,” tambahnya.
Lebih lanjut, Sebagai perguruan tinggi Islam, STAI Babussalam Sula berkomitmen mencetak generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas moral dan spiritual yang kuat.
Sahrul berharap, kegiatan kuliah umum tersebut dapat memperluas wawasan mahasiswa mengenai praktik politik di Indonesia sekaligus mendorong lahirnya generasi muda yang mampu membawa perubahan positif bagi bangsa dan daerah.***
Editor : Redaksi
Pewarta : Sudirman Umawaitina














