Klikfakta.id, TERNATE – Warga RT 006 RW 002 Kelurahan Kastela, Kecamatan Ternate Pulau, Kota Ternate, Maluku Utara menggelar aksi protes terhadap pemerintah kota (Pemkot) Ternate dengan memblokade jalan raya, pada Selasa 01 April 2025.
Jalan raya diblokade sejak pukul 13:00 hingga 17:00 WIT itu sebagai bentuk keresehan warga terhadap pemkot Ternate terkait banjir yang terjadi di kelurahan Kastela dan Rua pada 30 Maret 2025 sekira pukul 23:30 bertepatan dengan malam hari raya idul fitri 1 syawal 1446 Hijriah tahun 2025 masehi.
Para warga yang rumahnya dihantam banjir menganggap pemkot Ternate tidak merespon bahkan hanya menjanjikan terkait dengan keluhan terkait banjir. 
“Ini adalah bentuk keresahan kami warga Kastela, karena sejak kemarin sampai hari ini, kami tidak menikmati hari raya, sebab para warga ada yang rumahnya kebanjiran, namun sampai saat ini belum ada respon dari pemkot Ternate,” ujar Gunawan Idham salah satu warga Kastela.
Warga korban banjir di kelurahan Kastela mendesak pemerintah kota Ternate harus turun langsung berhadapan dengan warga korban banjir.
” Jangan hanya janji yang tidak tepati, karena untuk saat ini warga meminta pemkot Ternate menurunkan satu unit excavator agar melakukan normalisasi sungai jangan sampai terjadi lagi, ” sebutnya.
“Sebab korban banjir itu ada yang rumah roboh di bagian belakang (dapur), sehingga kami minta pemkot hadirkan satu unit excavator agar perbaikan saluran sungai, tapi sampai hari pemkot tidak ada yang tahu tentang keresahan torang (kami) warga Kastela, sehingga kami bersepakat hari ini harus buat gerakan,” tambahnya
Gunawan warga setempat mengaku, penutupan jalan ini akan dilakukan sampai eksavator diturunkan oleh pemerintah kota Ternate.
Dirinya pernah menghubungi pihak terkait agar segera melakukan normalisasi sungai yang ada di Kastela dan selesaikan pekerjaan talud.
“Saya menghubungi kemarin selesai sholat idul fitri, tapi mereka mengatakan excavator sudah dikirim dua unit untuk ke Rua, saya langsung menyatakan pak kami di Kastela juga korban banjir, baru mereka kaget, ini berarti kami diabaikan, akhirnya tanah yang terkumpuk di rumah warga itu kami angkat dengan alat seadanya, ” ucapnya.
Disela-sela aksi tersebut Gunawan menyampaikan tiga tuntutan dari warga yang menjadi korban akibat banjir bandang.
Diantaranya normalisasi sungai di kelurahan Kastela dan Kastela harus jadi kelurahan tangguh bencana di tahun 2025 serta bantuan pemulihan ekonomi bagi warga korban banjir.
“Jadi tuntutan kami harus normalisasi tiga sungai di Kastela dan itu harus pastikan tanggal berapa akan di kerjakan, dan kita harus buat catatan untuk ditandatangani oleh pemkot Ternate,” imbuhnya.
Sementara itu Kapolres Ternate AKBP Anita Ratna Yulianto yang secara langsung bersama puluhan personil turun mengawal aksi tersebut meminta kepada warga korban banjir membuka jalan yang diblokir agar bisa dilewati para pengguna jalan.
“Saya sudah komunikasi dengan pemkot terkait tuntutan saudara-saudari, sebentar lagi excavator sudah ada, saya juga menunggu disini,” pungkasnya.
Namun permintaan kapolres Ternate itu tidak diindahkan oleh warga.
Tak berselang lama Sekertaris Kota Ternate Rizal Marsyaoly datang dengan satu unit excavator langsung menanggapi tuntutan warga agar menulis semua tuntutan dan langsung ditandatangani oleh warga bersama pemkot.
“Tulis semua tuntutan kalian, kalau mau tanda tangan, maka kalian (Warga) juga harus menandatangani bersama kami, jika disalahgunakan maka kita sama-sama tanggungjawab,” pintanya.
Akhirnya tuntutan tersebut ditandatangani oleh 15 warga korban banjir dan Sekertaris Kota Ternate Rizal Marsyaoly, Kadis PUPR Rus’an M. Nur Taib serta Plt BPBD Ferry Hamdani Wolley yang disaksikan langsung Kapolres Ternate. ***
Editor : Redaksi
Pewarta : Saha Buamona














