Klikfakta.id, KEPSUL – Pemerintah daerah Kabupaten Kepulauan Sula melalui Dinas Lingkungan Hidup Kebersihan dan Pertamanan (DLH-KP) menggelar peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun 2025, bertajuk “Ending Plastic Pollution” pada Rabu (11/6/2025).
Kegiatan ini melibatkan lebih dari seribu peserta dari berbagai unsur, mulai dari perangkat daerah, BUMD, tenaga pendidik dan pelajar, Korpas Sula, Mapala Sabua, Komunitas pencinta lingkungan, pelaku usaha, hingga masyarakat umum.
Wakil Bupati Sula M. Saleh Marasabessy dalam sambutannya menyampaikan, Indonesia saat ini telah memasuki fase darurat sampah. Berdasarkan data SIPSN tahun 2024 masih terdapat 22,17 juta ton sampah yang masih terbuang ke lingkungan dan 54,44, sampah berakhir di TPA yang masih berstatus open dumping.
“Tahun 2028 diperkirakan seluruh TPA di indonesia tidak akan mampu lagi menampung sampahnya jika pengelolaanya masih bersifat Business As Usual (BAU),” jelasnya.
Dengan tingkat pengelolaan sampah sebesar 394, maka terdapat 6,6 juta ton sampah plastik yang tidak terkelola, yaitu yang ditimbun di TPA open dumping, dibakar secara terbuka, dan dibuang ke lingkungan, baik ekosistem daratan maupun ekosistem perairan.
Ia juga menambahkan, Industri plastik dan pelaku usaha jasa yang menggunakan plastik tersebut, harus beralih kepada produk plastik yang dirancang ramah lingkungan, sehingga mudah diguna ulang, mudah diisi ulang, mudah dikembalikan, mudah didaur ulang, dan tahan lama untuk digunakan.
“Mereka juga wajib bertanggungjawab untuk menarik dan mengumpulkan kembali produk plastik paska konsumsi untuk diguna ulang, diisi ulang, dan didaur ulang,” ujarnya.
Terpisah, Kepala Dinas DLH-KP Nurhayati Latuconsina kepada Klikfakta.id mengatakan, momen hari lingkungan hidup sedunia ini sebagai titik balik untuk aksi nyata, bukan sekedar seremonial.
Setiap langkah kecil dimulai dari mengurangi pemakaian kantong plastik, memilah sampah, hingga mendukung produk daur ulang akan memberi dampak besar bagi generasi mendatang
“Bumi tidak membutuhkan kita, tetapi kitalah yang membutuhkan bumi. Mari kita wariskan lingkungan yang sehat dan nyaman, bukan tumpukan sampah plastik,” imbaunya.
Nurhayati juga menyatakan, permasalahan sampah ini bukan hanya permasalahan pemerintah daerah, tetapi ini merupakan permasalahan di semua elemen masyarakat baik itu masyarakat umum maupun LSM, OKP.
“Saya berharap ada bentuk partisipasi dalam hal mensosialisasikan bagaimana penanganan sampah yang baik dan benar di Kabupaten Kepulauan Sula, ” tukasnya. ***
Editor  : Redaksi
Penulis : Sudirman Umawaitina












