banner 468x60 banner 468x60

Polda Maluku Utara Lakukan Trauma Healing Pasca Ketegangan di Halteng

Dok, Humas Polda Malut

Klikfakta.id, HALTENG — Tim psikologi Sumber Daya Manusia (SDM) bersama Satuan Brigade Mobile  (Sat Brimob) Polda Maluku Utara dan Polres Halmahera Tengah menggelar trauma healing bagi anak-anak di wilayah terdampak ditengah keterbatasan.

Kegiatan tersebut dilakukan di tengah situasi pasca ketegangan yang menyisakan trauma, sehingga kehadiran Polri menjadi harapan baru bagi anak-anak terdampak dengan menggelar sentuhan humanis.

Kegiatan yang berlangsung, Senin (6/4/2026) dengan suasana hangat diisi dengan berbagai pendekatan psikologis untuk menyenangkan, mulai dari permainan, interaksi langsung, hingga pemberian bingkisan kepada anak-anak.

Hadir dalam kegiatan tersebut Dansat Brimob Polda Maluku Utara Kombes Pol Hendri Wira Suriyana dan Kapolres Halmahera Tengah AKBP Fiat Dedawanto bersama rombongan.

Dalam kegiatan tersebut menghadirkan tawa dan senyum anak-anak mulai kembali terlihat, menggantikan rasa takut yang sebelumnya membekas akibat situasi yang mereka alami.

Momen tersebut, personel Polri di Polda Malut tampak membaur tanpa sekat, duduk bersama anak-anak, bercanda, dan memberikan perhatian khusus guna memulihkan kondisi psikologis mereka secara perlahan.

Pendekatan ini menjadi bagian yang terpenting dalam membantu anak-anak kembali merasa aman dan nyaman.

Kabidhumas Polda Maluku Utara, Kombes Pol. Wahyu Istanto Bram W, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut bentuk nyata kepedulian Polri terhadap masyarakat, khususnya anak-anak yang menjadi kelompok rentan dalam situasi konflik.

Trauma healing yang lakukan ini dengan tujuan untuk membantu memulihkan psikologis untuk anak-anak agar mereka dapat kembali ceria dan menjalani aktivitas seperti sediakala.

“Polri hadir tidak hanya menjaga keamanan, akan tetapi juga untuk memberikan perhatian terhadap pemulihan mental masyarakat,” ujar Kombes Wahyu, Selasa (7/4/2026).

Ia menegaskan bahwa sinergi antara Polri dan berbagai pihak akan terus dilakukan guna untuk memastikan masyarakat, khususnya anak-anak, dapat bangkit dari kondisi sulit pasca konflik.

“Melalui kegiatan ini kami berharap luka batin yang dialami anak-anak dapat berangsur pulih. Kehadiran Polri pun diharapkan mampu menjadi simbol perlindungan dan rasa aman, sekaligus sahabat bagi masyarakat dalam setiap situasi,” pungkasnya.

Di balik seragam tegas, tersimpan kepedulian yang tulus, Polri hadir bukan hanya sebagai penjaga keamanan, tetapi sebagai penguat harapan bagi generasi masa depan. (sah/red)   

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page