Klikfakta.id, TERNATE– Polres Ternate, Maluku Utara mengamankan tawuran antar kelompok yang melibatkan warga Kelurahan Moya dan Kelurahan Makassar Barat yang terjadi di lingkungan Ngidi, Kelurahan Makassar Barat, Kecamatan Ternate Tengah, Kota Ternate, Sabtu (22/8/2026) sekitar pukul 01.30 WIT.
Tawuran yang terjadi pada Sabtu (22/8/2026) sekira pukul 01.30 WIT dini hari kemudian personel Polres Ternate tiba di Tempat Kejadian Perkara (TKP) lokasi langsung melakukan pengamanan hingga situasi berhasil dikendalikan dengan aman dan kondusif.
Kapolres Ternate AKBP Anita Ratna Yulianto, melalui Kasi Humas IPTU Ekan Mukadar, mengatakan bahwa peristiwa tersebut bermula dari kesalah pahaman antara penghuni dua kos kosan yang berseberangan di lokasi kejadian.
Perselisihan kemudian berkembang hingga melibatkan sejumlah warga dari kedua wilayah tersebut.
“Personel Polres Ternate mendatangi lokasi melakukan pengamanan untuk mencegah aksi tersebut meluas. Kedua kelompok kemudian diamankan dan dibawa ke Polsek Ternate Utara untuk dimintai keterangan lebih lanjut,” ujar Mukadar.
Terjadinya tawuran ketika penjaga kos 1, menegur penghuni kos 2, dengan perkataan bernada kasar, anak tersebut kemudian mengadu kepada ibunya sehingga penghuni kost 2 mendatangi penjaga kos 1 untuk menanyakan persoalan tersebut.
Dalam pertemuan itu, penjaga kos 1 mengaku anak penghuni kos 2 sebelumnya beberapa kali datang ke kos 1 dan mengacak-acak sejumlah barang yang berada di halaman, termasuk pipa air serta yang lainnya.
Saksi I yang merupakan penghuni dari kos 1 kemudian berusaha melerai perselisihan dan meminta kedua pihak agar kembali ke tempat masing-masing karena mengganggu waktu istirahat.
Kedua pihak akhirnya kembali ke masing-masing dan menguncj gerbang kost 1.
Namun, tidak lama kemudian, suami penghuni kos 2, datang ke kos 1 menggoyang-goyang gerbang serta mengancam akan membakar kos tersebut karena tidak terima anaknya dimarahi.
Merasa terancam, penjaga kos 1 menghubungi suaminya. Suami penjaga kos 1 datang dengan sepeda motor bersama lima orang temannya. Setibanya di lokasi, terjadi cekcok.
Suami dari penghuni kos 2 yang menuju arah barat untuk meminta bantuan teman-teman dari Kelurahan Moya.
Tidak lama kemudian sekelompok warga datang dari arah barat. Massa yang tidak mengetahui kronologi awal kejadian kemudian mengeroyok saksi I karena mengira yang bersangkutan merupakan suami penjaga kos 1.
Saksi I kemudian menyelamatkan diri. Setelah bertemu dengan seorang temannya, saksi I menyampaikan bahwa dirinya telah dipukuli sekelompok pemuda yang diduga berasal dari Kelurahan Moya.
Informasi tersebut kemudian memicu sejumlah pemuda di sekitar pangkalan ojek, lingkungan Ngidi, Kelurahan Makassar Barat, mendatangi lokasi.
Saksi II yang saat itu sedang di pangkalan ojek bersama teman-temannya turut menuju lokasi. Setibanya di depan kos 1, saksi II melihat saksi I dikerumuni sejumlah pemuda dan berusaha melerai.
Namun, Saksi II tiba-tiba dipukul dari arah belakang dan kemudian dikeroyok.
Akibat kejadian tersebut, Saksi II mengalami luka robek dibagian pelipis kanan. Sementara saksi I juga menjadi korban pengeroyokan dalam rangkaian peristiwa tersebut.
Pamapta I SPKT Polres Ternate Ipda Andi Teguh, bersama personel piket fungsi Polres Ternate tiba di TKP dan langsung melakukan upaya pengamanan serta pengendalian situasi.
“Berkat respons cepat personel tawuran antar kelompok berhasil dilerai. Selanjutnya, kedua kelompok dibawa ke Polsek Ternate Utara untuk menjalani pemeriksaan dan dimintai keterangan lebih lanjut,” jelas IPTU Ekan.
Petugas juga langsung melakukan langkah-langkah untuk mencegah terjadinya aksi susulan. Kedua pihak juga rencana akan dimediasi dengan melibatkan kedua kelurahan pada Sabtu (22/8/2026) di Mako Polsek Ternate Utara.
Polres Ternate mengimbau seluruh masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum tentu benar dan dapat v terverifikasi serta menyerahkan penanganan setiap persoalan kepada pihak yang berwenang.
Masyarakat juga diminta agar bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban agar situasi kamtibmas di Kota Ternate tetap aman dan kondusif. (sah/red)


















