Klikfakta.id,TERNATE – Aksi unjuk rasa yang dilakukan ribuan Mahasiswa dengan berbagai elemen di depan kantor DPRD Kota Ternate, Maluku Utara berujung ricuh, hingga puluhan massa diduga ditangkap dan dipukul oleh oknum polisi.
Penangkapan itu ketika ribuan massa menggelar aksi unjuk pada Senin 1 September 2025 ricuh antara pihak kepolisian dan massa aksi dengan saling serang dengan lempar batu, serta gas air mata oleh polisi.
Padahal aksi oleh ribuan massa dari berbagai elemen gerakan itu sebagai bentuk perlawanan demi mewujudkan kesejahteraan rakyat, dan melawan rezim kezaliman.

Tak hanya itu, bahkan massa aksi meminta Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto segera memecat Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Purnomo dan mengesahkan Rencana Undang-Undang Perampasan Aset, dan bebaskan 11 masyarakat adat Maba Sangaji.
Ribuan massa yang hadir juga berinisiatif menduduki kantor DPRD Kota Ternate namun gagal lantaran berhasil dipukul mundur oleh pihak kepolisian, akan tetapi, massa aksi terus mencoba menerobos pertahanan sehingga terjadi kericuhan.
Dimana, terlihat seperti hajan batu terjadi sekira pukul 17:00 WIT, dan gas air ditembakkan, serta mobil warter cannon terlihat menyemburkan air ke arah mahasiswa yang terus melakukan pelemparan dengan kepolisian, alhasil, sejumlah mahasiswa diduga ditangkap dan dipukul.

Amatan Klikfakta.id dilapangan, sejumlah mahasiswa yang ditangkap pihak kepolisian tersebut sempat mendapat kekerasan, yakni pemukulan dan tendangan, serta diserang oleh aparat untuk membubarkan, akan tetapi, sejauh ini belum diketahui pasti berapa jumlah massa aksi yang diamankan.
Kapolres Ternate, AKBP Anita Ratna Yulianto mengatakan, aksi ini pihaknya menerjunkan 800 personel terdiri dari 300 personel Polres Ternate, 100 personel Brimob Polda Malut, 30 personel Ditsamapta Polda Maluku Utara, 150 personel TNI Angkatan Darat, dan 20 personel TNI Angkatan Laut.
“Skema pengamanannya, satu platon Brimob, belasan personel Dalmas Polres Ternate, tim negosiator, 20 personil TNI AL lakukan pengamanan di Bandara. Sisa personel lakukan pengamanan di kantor DPRD Kota Ternate,” katanya.
Ia menambahkan, beberapa kali demontrasi yang dilakukan di luar daerah Kota Ternate itu Polri selalu pada posisi bertahan, hingga fasilitas umum dan mako kepolisian dirusaki, namun kali ini, sesuai perintah Kapolri, pihaknya akan mempertahankan hingga tidak ada pengerusakkan yang dilakukan.
“Kami meminta kepada seluruh organisasi dan mahasiswa agar dapat menyampaikan aspirasi dengan baik tanpa melakukan gerakan anarkis. Jika ada gerakan anarkis maka Polri secara tegas melakukan penindakan,” pungkasnya. ***
Editor : Redaksi
Pewarta : Saha Buamona













