Tinjau KDKMP dan Jembatan Merah Putih, Pangdam Berikan Penghargaan ke Prajurit Kodim 1505/Tidore

Saha Buamona Klikfakta.id
Kunjungan kerja ke Tidore Kepulauan ( Dok : Pendam)

Klikfakta.id,TIDORE – Pangdam XXVIII/Moloku Kie Raha, Mayjen TNI Nefra Firdaus, melakukan peninjauan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Jembatan Merah Putih di Kota Tidore Kepulauan, Maluku Utara, Sabtu (7/11/2026). 

Dalam kunjungan kerja tersebut, Pangdam juga memberikan penghargaan kepada prajurit Kodim 1505/Tidore atas keberhasilan menjalankan tugas pembinaan teritorial.

Peninjauan diawali di lokasi KDKMP Kelurahan Tomolou, kemudian dilanjutkan ke KDKMP Kelurahan Tuguiha yang didampingi Danrem 152/Baabullah Brigjen TNI Enoh Solehudin, serta sejumlah pejabat utama Kodam XXVIII/MKR.

Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung perkembangan pembangunan KDKMP yang merupakan salah satu program pemerintah dalam memperkuat perekonomian masyarakat di tingkat desa dan kelurahan.

Selain itu Pangdam juga meninjau Jembatan Merah Putih di wilayah Rum yang diharapkan dapat mendukung konektivitas antar wilayah, memperlancar mobilitas masyarakat, sekaligus menunjang aktivitas ekonomi warga.

Dalam kesempatan itu, Pangdam menegaskan bahwa TNI AD siap mendukung program pembangunan pemerintah melalui koordinasi dan sinergi bersama pemerintah daerah serta seluruh pemangku kepentingan sesuai tugas dan kewenangan.

Selain meninjau pembangunan, Pangdam melaksanakan kunjungan kerja ke Markas Kodim 1505/Tidore yang didampingi Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Daerah XXVIII/MKR Ny. Fenny Nefra Firdaus.

Kunjungan tersebut juga Danrem 152/Baabullah Brigjen TNI Enoh Solehudin beserta Ketua Persit KCK Koorcab Rem 152 dan para pejabat utama Kodam XXVIII/MKR dan rombongan langsung disambut Dandim 1505/Tidore Letkol Inf Wahyu Widya Sasono bersama jajaran prajurit dan anggota Persit.

Saat memberikan pengarahan, Pangdam menekankan pentingnya menjaga soliditas, serta meningkatkan profesionalisme maupun membangun semangat kebersamaan dalam mendukung pembentukan dan pengembangan Kodam XXVIII/Moloku Kie Raha.

Ia juga memberikan perhatian terhadap pembinaan karier prajurit, terutama kesempatan mengikuti pendidikan bagi personel yang memenuhi persyaratan.

Kepada para Babinsa, Pangdam meminta agar aktif menyosialisasikan penerimaan prajurit TNI AD kepada generasi muda di wilayah binaan sehingga semakin banyak putra-putri daerah yang memiliki kesempatan mengabdi kepada bangsa dan negara melalui TNI.

Pada kesempatan tersebut, Pangdam turut memberikan apresiasi dan penghargaan kepada prajurit Kodim 1505/Tidore atas keberhasilan mendorong penyerahan senjata api dari masyarakat.

Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan salah satu bentuk nyata dalam pelaksanaan pembinaan teritorial melalui pendekatan komunikasi dan hubungan yang baik antara prajurit dengan masyarakat.

Pangdam juga mengingatkan seluruh personel agar terus meningkatkan komunikasi sosial guna untuk menjaga stabilitas keamanan serta merawat perdamaian di wilayah Maluku Utara.

Pangdam juga menegaskan terkait lima prinsip pengabdian yang harus menjadi pedoman setiap prajurit, yakni menjaga kedaulatan, merawat perdamaian, membantu kesulitan rakyat, siaga menghadapi bencana, dan mencintai rakyat.

Ia berharap lima prinsip tersebut tidak sekadar menjadi slogan, tetapi diwujudkan melalui tindakan nyata dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.

Pangdam berpesan kepada seluruh prajurit dan anggota Persit agar senantiasa menjaga keharmonisan keluarga, nama baik satuan, serta menumbuhkan kepedulian dan keikhlasan dalam setiap pengabdian.

Pangdam XXVIII/Moloku Kie Raha, Mayjen TNI Dr. Nefra Firdaus, mengatakan keberhasilan prajurit mendorong masyarakat menyerahkan senjata api merupakan bukti pentingnya pendekatan teritorial yang mengedepankan komunikasi, kedekatan, dan kepercayaan masyarakat terhadap TNI.

“Saya memberikan apresiasi dan penghargaan kepada prajurit Kodim 1505/Tidore yang telah menunjukkan dedikasi serta keberhasilan dalam melaksanakan tugas pembinaan teritorial. Ini merupakan hasil dari komunikasi yang baik, pendekatan secara humanis, serta kehadiran prajurit yang mampu membangun kepercayaan masyarakat,” ujar Pangdam.

Ia menegaskan, prajurit TNI harus senantiasa hadir sebagai solusi atas berbagai persoalan masyarakat, bukan hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga membantu kesulitan rakyat dan mendukung program pembangunan pemerintah.

“Lima prinsip pengabdian harus selalu dipegang teguh oleh setiap prajurit, yaitu menjaga kedaulatan, merawat perdamaian, membantu kesulitan rakyat, siaga menghadapi bencana, dan mencintai rakyat. Jangan hanya diucapkan, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata di tengah masyarakat,” tegasnya.

Terkait peninjauan KDKMP dan Jembatan Merah Putih, Pangdam menyampaikan bahwa pembangunan yang berorientasi pada kepentingan rakyat membutuhkan dukungan dan kerja sama seluruh komponen, termasuk TNI, pemerintah daerah, serta masyarakat.

“Kita ingin kehadiran TNI benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat. Karena itu, saya meminta seluruh prajurit untuk terus menjaga sinergi, meningkatkan kepedulian, dan mengambil bagian dalam mendukung program pemerintah demi kemajuan serta kesejahteraan masyarakat Maluku Utara,” tutupnya.

Rangkaian kunjungan kerja tersebut ditutup dengan penulisan kesan dan pesan, penyerahan cendera mata, serta foto bersama.

Melalui kunjungan ini, Pangdam berharap keberadaan Kodam XXVIII/Moloku Kie Raha semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, tidak hanya dalam menjaga stabilitas keamanan, tetapi juga melalui dukungan terhadap pembangunan dan kesejahteraan rakyat di Maluku Utara. (sah/red) 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *