Klikfakta.id, HALTIM — Nyawa warga kembali jadi tumbal keganasan truk tambang. Kecelakaan maut libatkan kendaraan berat milik PT Adhita Nikel Indonesia (ANI) di Halmahera Timur bikin geger.
Insiden berdarah terjadi pada Minggu (27/9/2026) pukul 06.00 WIT di perempatan Pos Jaga PT ANI, Desa Soagimalaha, Kota Maba. Korban Jumanta, warga Desa Dorolamo Jaya, Maba Tengah, tewas mengenaskan di lokasi.
Baca Juga :
Laka Maut di Depan PT ANI Maba! Pemotor Tewas Dihajar Truk Howo, Sopir Sempat Kabur
Motor Kawasaki DG 6379 X yang dikendarai korban dari arah Maba menuju Gotowasi dihantam dump truck R10 jenis Sinotruk Howo 380 milik PT ANI yang keluar dari area perusahaan. Benturan keras, korban tak selamat.
Ketua Umum PP Formapas Malut, Riswan Sanun mendesak polisi jangan cuma jadikan sopir tumbal.Â
“Kami desak polisi usut tuntas secara menyeluruh. Penanganannya jangan berhenti pada pengemudi, “tegas Riswan kepada Klikfakta.id, Senin (28/9/2026).
Riswan minta diusut dalang di baliknya. Bagaimana truk raksasa bisa keluar tanpa pengawalan? Mana SOP keselamatan? Siapa pengawasnya? Layak jalan atau tidak?
“Satu nyawa manusia telah hilang. Hukum harus bekerja terang dan adil. Jika ada kelalaian, siapa pun yang bertanggung jawab harus diproses,”tegasnya.
Tak hanya polisi, ESDM dan Disnaker juga ditantang turun lapangan, jangan cuma duduk di kantor.Â
“ESDM dan Disnaker harus turun langsung. Periksa sistem K3 PT ANI, SOP kendaraan berat, jalur keluar-masuk, kompetensi operator, kelayakan kendaraan. Jangan sampai setelah korban berjatuhan baru sibuk bicara K3!” sentak Riswan.
Ditegaskan, jika terbukti PT ANI langgar K3, pemerintah wajib beri sanksi tegas, bahkan evaluasi hingga penghentian operasional.Â
“Jangan sampai keselamatan rakyat jadi harga yang harus dibayar karena lemahnya pengawasan. Jangan ada yang coba kaburkan fakta! Perusahaan tambang wajib jamin operasinya tidak bunuh warga sekitar,”tukasnya.(sah/red)Â



















