Ratusan Personel Polres Halmahera Selatan Diterjunkan Dalam Operasi Ketupat Kie Raha 2025

Klikfakta.id, HALSEL– Kepolisian Resor (Polres) Halmahera Selatan (Halsel) terjunkan ratusan personil untuk pengamanan dan pengawasan Operasi Kepolisian Terpusat (Ketupat) Kie Raha 2025.

Kapolres Halsel  AKBP Hendra Gunawan mengatakan bahwa dalam operasi Ketupat Kie Raha 2025 ini kurang lebih 100 anggota Polres Halsel, yang dilibatkan dalam Operasi tersebut.

Mantan Kasubdit Kamsel Dit Lantas Polda Maluku Utara itu juga mengatakan bahwa dalam operasi ini para personel difokuskan untuk melakukan pengamanan dan pelayanan pada saat mudik, perayaan Idhul Fitri 1446 Hijriah dan mudik balik.

“Jadi setelah rapat dengan tema “Rapat lintas sektoral dengan stakeholder terkait dan pemerintah daerah setempat sudah dilakukan,” ujar Hendra ketika dikonfirmasi Klikfakta.id, pada Jumat 21 Maret 2025.

Polres Halsel dan pemerintah setempat berkomitmen untuk membangun pos terpadu dan pengamanan agar dapat memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat.

” Pos terpadu hanya 1 ditambah 2 pos pengamanan diwilayah Bacan maupun diluar, seperti Kayoa, Obi, Mandioli dan Pulau Makian serta Joronga telah dibuatkan pos untuk imbangi,” katanya.

Yang jelas, sambung Hendra, ini adalah operasi keselamatan dengan sasarannya untuk masyarakat yang beraktifitas, dilokasi ibadah atau Masjid-Masjid, pasar-pasar dan angkutan transportasi, baik transportasi laut maupun darat.

“Kalau jalur laut, kami prioritaskan pengamanan dan pelayanan, di speed boat maupun kapal penumpang lainya, prioritas di laut karena Halsel merupakan kabupaten banyak pulau-pulaunya,” jelasnya.

Ia juga meminta kepada seluruh masyarakat Halmahera Selatan agar selalu menjaga Kamtibmas selama mudik dan perayaan Idul Fitri.

“Saya (Kapolres) minta masyarakat menjaga situasi bersama. Sehingga tidak terjadinya hal-hal yang kita tidak inginkan,” pungkasnya. ***

Editor    : Redaksi

Pewarta : Saha Buamona

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page