Klikfakta.id, HALSEL — Dugaan mangkraknya program ketahanan pangan di Desa Saketa, Kecamatan Gane Barat, Kabupaten Halmahera Selatan, yang dianggarkan melalui dana desa tahun 2024 dengan nilai ratusan juta rupiah, mendapat sorotan dari anggota DPRD Malut, Iksan Subur.
Politisi asal daerah pemilihan IV halsel ini menilai mangkraknya program ketahanan pangan tersebut merupakan bentuk kegagalan pemerintah desa maupun pemerintah kabupaten.
” Gagal itu bukan hanya pemerintah desa, tetapi juga pihak pengawasan seperti BPD yang seharusnya mengawasi dengan baik. Kalau pengawasannya berjalan baik, pasti hasilnya juga akan baik,” tegasnya. kepada awak media usai melaksanakan reses masa persidangan ketiga tahun sidang 2024–2025 yang berlangsung di Desa Saketa, Sabtu (4/10/2025).
Menurut Iksan, sangat disayangkan jika anggaran besar yang telah dicairkan justru tidak memberikan hasil sesuai harapan masyarakat.
“Ketahanan pangan itu program pemerintah pusat. Seharusnya pemerintah desa memiliki perencanaan yang matang agar tidak terjadi hal seperti ini. Jika sudah begini, pemerintah kabupaten harus turun tangan,” ujarnya.
Iksan juga berharap agar pemerintah desa dapat berkolaborasi dengan baik demi kepentingan masyarakat dan mencegah terulangnya kegagalan serupa di masa mendatang.
“Kegagalan itu menunjukkan kurangnya kemampuan dalam perencanaan. Tapi kalau perencanaan matang dan anggaran ada, program pasti berjalan lancar. Intinya, perencanaannya yang belum matang,” pungkasnya. ***
Editor : Redaksi
Pewarta : Saha Buamona













