Klikfakta.id, HALBAR — Kepolisian Resor (Polres) Halmahera Barat, Maluku Utara, bergerak cepat dengan mengamankan lima perempuan terduga pelaku pengeroyokan terhadap seorang remaja perempuan berinisial NI (16) yang diduga asal Kota Ternate.
Dugaan kasus tersebut sempat viral di berbagai platform media sosial dan menuai sorotan hingga ratusan komentar dari warganet.
Kelima terduga pelaku masing-masing berinisial SM (19), WI (19), SAS (23), DMS (19), dan SMB (23).
Peristiwa dugaan pengeroyokan itu terjadi pada Rabu (5/2/2026) sekitar pukul 24.00 WIT, di kawasan wisata Pemandian Air Panas, Desa Galala, Kecamatan Jailolo, saat korban sedang bersantai bersama rekannya.
Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka memar serta nyeri di bagian kepala belakang dan leher akibat pukulan dan tendangan dari para terduga pelaku.
Kapolres Halmahera Barat AKBP Teguh Patriot mengatakan, kelima terduga pelaku berhasil diamankan kurang dari dua jam setelah video kejadian tersebut tersebar luas di media sosial.
“Pengamanan dilakukan setelah adanya laporan resmi dari korban yang diterima di SPKT Polres Halmahera Barat,” ujar AKBP Teguh Patriot, Sabtu (7/2/2026).
Setelah menerima laporan serta melihat dampak luas dari penyebaran video, dirinya langsung menginstruksikan jajaran untuk bergerak cepat mengamankan para terduga pelaku.
Kelima terduga pelaku kemudian diamankan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Halmahera Barat.
“Para terduga pelaku diamankan di kediaman masing-masing dan dibawa ke Polres untuk dimintai keterangan di Unit PPA Satreskrim,” jelasnya.
Kapolres mengungkapkan, dugaan tindak kekerasan tersebut dipicu oleh kesalahpahaman di media sosial.
Sebab akun Facebook milik korban diduga digunakan oleh pihak lain untuk mengirim pesan yang menyinggung perasaan salah satu terduga pelaku.
“Korban mengaku handphonenya hilang sejak setahun lalu. Namun akun Facebooknya masih tertaut di ponsel rekannya, karena belum dikeluarkan, sehingga hal itu diduga memicu kemarahan para terduga pelaku,” ungkap Kapolres.
AKBP Teguh Patriot mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan mempercayakan sepenuhnya proses hukum kepada pihak kepolisian.
“Kami pastikan proses hukum berjalan secara profesional, transparan, dan berkeadilan. Kami juga mengingatkan masyarakat agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial agar kejadian serupa tidak terulang,” pesan Kapolres. (sah/red)














