banner 468x60 banner 468x60

Aroma Dugaan Pungli Dibalik Insiden KM Intim Teratai yang Kandas di Perairan Halsel

Kondisi Kapal Motor KM Intim Teratai yang Dilaporkan Karam di Perairan Pulau Makian, Halmahera Selatan ( Dok : Basarnas Ternate)

Klikfakta. id, TERNATE– Insiden kapal KM Intim Teratai yang kandas di perairan Pulau Makian, Kabupaten Halmahera Selatan, Selasa (17/2/2026) kemarin menyisakan tanya tanya.

Ini menyusul dengan adanya informasi dugaan pungutan liar( pungli) dibalik insiden tersebut.

Guna menyelidiki kebenaran informasi tersebut, Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) melibatkan Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Maluku Utara.

Diketahui akibat dari insiden tersebut belasan penumpang termasuk dengan satu penumpang yang patah tulang harus dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah Chasan Boeserie (RSUD CB) Ternate.

Berdasarkan data yang tercatat di manifest hanya 144 orang. Namun setelah dilakukan evakuasi oleh tim SAR Gabungan petugas kembali mencatat keseluruhan kurang lebih 100 penumpang tidak ada dalam manifest

Data proses evakuasi yang dilakukan tim SAR gabungan, tercatat sebanyak 246 penumpang yang berhasil dievakuasi ke pelabuhan Ahmad Yani Ternate.

Dari jumlah 246 kurang lebih, 232 orang dalam kondisi sehat, sementara 14 orang lainnya mendapat perawatan medis dikarenakan mengalami kelelahan dengan satu orang penumpang yang patah tulang.

Kasubdit Penegakkan Hakum Ditpolairud Polda Maluku Utara Kompol Riki Arinanda mengaku, dengan adanya insiden itu, dari Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Ternate juga melakukan penyelidikan, tapi Ditpolairud juga menyelidiki

“Kalau penyelidikan dari KSOP itu sisi pelayaran, sedangkan Gakkum Ditpolairud akan melakukan penyelidikan pada sisi berbeda,” ujar Riki Arinanda, Rabu (18/2/2026).

Penyelidikan yang dilakukan Ditpolairud akan melibatkan tim penyidik dari Ditreskrimsus Polda Malut dengan objek yang berbeda pada insiden tersebut.

“Untuk nakhoda kapal sekarang masih diperiksa KSOP setelah itu kita akan periksa lagi, karena surat undangan klarifikasinya sudah kita kirim,” jelasnya.

Sejauh ini tim penyidik sudah melakukan pendataan awal atas insiden ini dan selanjutnya akan dilakukan penyelidikan dimulai dari kelebihan maupun lainnya.

Mantan Wakapolres Ternate ini juga memastikan proses penyelidikan insiden ini akan berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Nanti kita bareng tim dari Krimsus untuk sama-sama melakukan penyelidikan atas kasus ini,” tandasnya.

Diketahui Kapal KM Intim Teratai ukuran 494 GT ini dinakhodai oleh Risman Laode Sunardi yang berdasarkan dari hasil manifest, dilaporkan membawa 144 orang yang terdiri dari dewasa sebanyak 143 orang dan satu anak.

Kapal tersebut bertolak dari Pelabuhan Kupal, Kabupaten Halmahera Selatan, untuk menuju Pelabuhan Bastiong Ternate, Senin (16/2/2026) pukul 21.00 WIT. ‎Namun diperjalanan, tepatnya pada Selasa (17/2/2026) pukul 04.45 WIT, kapal mengalami kandas dan miring di perairan Pulau Makian.

‎Titik lokasi kejadian diperkirakan berada pada koordinat 0°20’58.00″ LU/127°21’24.00″ BT atau sekitar 24,66 nautical mile dengan radian 174,48 derajat dari Kota Ternate.

‎Para penumpang kemudian melaporkan insiden tersebut ke Kantor SAR Ternate untuk meminta bantuan evakuasi. Dan seluruh penumpang juga berhasil dievakuasi ke Pelabuhan Ahmad Yani Ternate.

Dari yang diperoleh didalam manifes tercatat 144, nyatanya semua 246 penumpang. (sah/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page