Klikfakta. id, TERNATE — Rumah Sakit Umum Daerah Chasan Boeserie (RSUD CB) Ternate, memiliki hutang sekitar Rp40 miliar merupakan akumulasi 2022 hingga 2025, termasuk hutang berjalan.
Direktur RSUD CB Ternate, Alwia Assagaf mengaku, besaran hutang tersebut sebelumnya dibayar melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Maluku Utara.
Namun Tahun ini 2026, manajemen tidak lagi mengandalkan APBD dan berencana melunasi melalui dana Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Provinsi Maluku Utara.
“Kita rencana (penyelesaian) itu berjalan dalam tiga tahun mulai 2026 sampai 2028 untuk diselesaikan melalui anggaran BLUD, termasuk utang berjalan 2024 dan 2025,” ujar Alwia berdasarkan rilis yang diterima Klikfakta.id, pada Jumat (20/2/2026).
Menurutnya tahun-tahun sebelumnya memang tersedia anggaran, tetapi tidak seluruhnya dapat digunakan untuk kebutuhan operasional karena sebagian dialihkan untuk membayar utang lama.
Apalagi anggaran perbekalan farmasi mencapai Rp30 miliar, misalnya, karena turut terserap untuk kewajiban tersebut.
“Anggaran perbekalan farmasi Rp30 miliar bisa kita selesaikan untuk menyelesaikan anggaran satu tahun. Tapi karena ada pembayaran utang tahun sebelumnya, maka anggaran ini dipakai,” ungkapnya.
Meski menghadapi tekanan keuangan, lanjut Alwia, manajemen rumah sakit menyatakan tetap berupaya meningkatkan pelayanan.
Tahun ini, RSUD Chasan Boesoirie juga menargetkan pengoperasian gedung spesialis jantung.
Untuk itu Alwia berharap layanan rumah sakit daerah tersebut dapat menjangkau kebutuhan masyarakat Maluku Utara tanpa harus dirujuk ke luar daerah.
“Kita berharap bisa menjangkau masyarakat Maluku Utara yang punya kebutuhan terkait dengan sakitnya. Kita bisa selesaikan di RSUD ini, ” pungkasnya. (sah/red)













