banner 468x60 banner 468x60

Dua WNA Singapura Korban Erupsi Dukono Ditemukan Tewas Tertimbun Material Vulkanik

Proses evakuasi Jasad Tulang Belulang Warga Negara Asing (WNA) Asal Singapur (Foto: Tim SAR)

Klikfakta.id, HALUT– Tim SAR gabungan akhirnya menemukan dua warga negara asing (WNA) asal Singapura yang hilang akibat erupsi Gunung Dukono, Kabupaten Halmahera Utara, Minggu (10/5/2026). Kedua korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan di area puncak gunung setelah tiga hari pencarian intensif dilakukan di tengah cuaca ekstrem dan aktivitas vulkanik yang masih berlangsung.

Operasi pencarian dan evakuasi dimulai sejak pukul 08.05 WIT hingga 14.30 WIT dengan melibatkan sekitar 100 personel gabungan yang dibagi dalam empat tim pencarian.

Sebelum bergerak menuju lokasi, seluruh personel mengikuti apel persiapan yang dipimpin langsung Pangdam XV/Pattimura, Mayjen TNI Dody Triwinarto, S.I.P., M.Han, di Desa Mamuya, Kecamatan Galela.

Tim SAR kemudian bergerak menuju kawasan Gunung Dukono untuk menyisir titik-titik yang diduga menjadi lokasi terakhir kedua korban berada saat erupsi terjadi.

Setelah berjibaku dengan medan berat, hujan deras, dan letusan gunung yang terus terjadi, sekitar pukul 11.55 WIT tim akhirnya menemukan dua jenazah yang diduga kuat merupakan WNA asal Singapura tersebut.

Kedua korban ditemukan berdekatan di area puncak Gunung Dukono, tepat di lokasi jatuhnya material batu vulkanik sebagaimana keterangan para pendaki yang selamat dari tragedi tersebut. Tim SAR melakukan penggalian di sekitar timbunan batu dan abu vulkanik hingga akhirnya menemukan jasad korban pada kedalaman sekitar 1 hingga 2 meter dari permukaan tanah.

Kondisi jenazah sangat memprihatinkan. Panas ekstrem di sekitar kawah menyebabkan tubuh korban terbakar sepenuhnya hingga yang tersisa hanya tulang belulang.

Meski kedua korban telah ditemukan, proses evakuasi hingga Minggu sore masih terus berlangsung. Tim SAR harus bekerja ekstra hati-hati karena cuaca buruk disertai hujan deras dan aktivitas erupsi Gunung Dukono yang masih terjadi secara terus-menerus.

Tragedi ini menjadi duka mendalam sekaligus pengingat akan besarnya ancaman aktivitas vulkanik Gunung Dukono yang dikenal sebagai salah satu gunung api paling aktif di Indonesia.(Sem/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page