banner 468x60 banner 468x60

Diduga Lecehkan Pakaian Adat, Pemda Pulau Taliabu Diminta untuk Klarifikasi dan Minta Maaf

Klikfakta.id, KEPSUL – Pemerintah Daerah Pulau Taliabu diminta segera memberikan klarifikasi dan minta maaf secara resmi terkait dugaan pelecehan terhadap pakaian adat yang dilakukan oleh kontingen Taliabu dalam kegiatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) di Jailolo, Halmahera Barat.

Kejadian tersebut telah menimbulkan kegaduhan publik dan kekecewaan mendalam di kalangan masyarakat adat serta kalangan muda di pulau Taliabu.

Generasi muda Taliabu, Jefri A.S Rette kepada kepada Klikfakta.id Sabtu (18/10/2025) mengatakan bahwa, pakaian adat yang merupakan simbol identitas, martabat, dan nilai-nilai leluhur, seharusnya dijaga dan diperlakukan dengan penuh kehormatan.

Penggunaan pakaian adat yang dimodifikasi secara berlebihan atau tidak sesuai bentuk aslinya dianggap mencederai makna budaya yang diwariskan turun-temurun.

“Pemerintah daerah tidak boleh diam. Klarifikasi dan tanggung jawab moral harus segera disampaikan kepada masyarakat. Ini bukan hanya soal pakaian, tetapi soal penghormatan terhadap jati diri daerah,”tegasnya.

Lebih lanjut, Jefri menambahkan bahwa tindakan tersebut, jika benar terjadi, bisa dikategorikan sebagai bentuk pelecehan budaya.

“Pakaian adat bukan kostum hiburan yang bisa dipermainkan sesuka hati. Setiap simbol, warna, dan bentuk memiliki makna filosofis yang dalam. Mengubahnya tanpa dasar budaya adalah bentuk pengabaian terhadap nilai-nilai adat itu sendiri,”ujarnya.

Jefri juga berharap Pemerintah Daerah Pulau Taliabu segera melakukan evaluasi terhadap pihak-pihak terkait dan memberikan penjelasan terbuka kepada masyarakat agar tidak menimbulkan spekulasi lebih jauh.

Klarifikasi ini penting untuk menjaga marwah daerah dan memulihkan kepercayaan publik terhadap komitmen pemerintah dalam melestarikan kebudayaan lokal.

“Pemimpin yang bijak adalah mereka yang berani bertanggung jawab atas tindakan bawahannya dan menjaga nama baik daerahnya, ” pungkasnya. ***

Editor     : Redaksi 

Pewarta  : Sudirman Umawaitina

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page