Guru P3K di Halsel asal Aceh yang Dikabarkan Hilang Telah Ditemukan

Guru PPPK di Halsel, Ghazi Al Gifari asal Gampong Kuta Trieng, Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh yang sempat dikabarkan hilang( foto : istimewa)

Klikfakta.id, HALSEL — Seorang Guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Halmahera Selatana, Maluku Utara Ghazi Al Gifari asal Gampong Kuta Trieng, Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh yang dikabarkan hilang telah ditemukan.Ā 

Sebelumnya Ghazi Al Gifari, yang bertugas di SDN 62 Halmahera Selatan di Desa Gonone, Kecamatan Kepulauan Joronga, Kabupaten Halmahera Selatan itu membuat keluarganya di Aceh khawatir, karena hilang kontak. Namun kini telah ditemukan dengan selamat.Ā 

Informasi tersebut disampaikan oleh ayah Ghazi, Fauzi Yusuf yang berada Desa Gampong Kuta Trieng, Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh yang mengakuĀ  telah mengetahui dan berkomunikasi dengan putranya, pada Minggu (7/6/2026).

Fauzi Yusuf mengaku sebelumnya putranya hilangn kontak selama beberapa bulan terakhir, sehingga sempat menimbulkan keresahan di kalangan keluarga.

Namun dengan berbagai upaya dan perhatian dari pihak keluarga akhirnya telah mendapat kabar bahwa Ghazi Al Gifari telah ditemukan di wilayah Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta dalam kondisi sehat dan selamat.

ā€œAtas nama keluarga, kami mengucapkan rasa syukur dan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu memberikan perhatian sehingga anak kami telah ditemukan dengan selamat,” ujarnya Fauzi, sembari menyebut telah berkomunikasi langsung dengan putranya.Ā 

Atas nama keluarga yang berada di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, juga menyampaikan apresiasi kepada pihak sekolah, Dinas Pendidikan, aparat kepolisian, dan seluruh pihak yang membantu penyebaran informasi terkait keberadaan Ghazi.

Menurutnya dalam waktu dekat, dirinya dengan keluarga berencana berangkat ke Jakarta untuk menemui Ghazi dan membawanya kembali ke kampung halaman.Ā 

“Selain itu, kami juga ingin mengetahui secara langsung kondisi yang dialaminya selama ini, termasuk alasan yang menyebabkan dirinya meninggalkan tugas mengajar,” tandasnya.Ā 

Fauzi menegaskan setelah bertemu dengan putranya akan meminta penjelasan kepadanya untuk menindaklanjuti ke Dinas Pendidikan Kabupaten Halmahera Selatan maupun pihak Sekolah tempat anaknya bertugas.Ā 

“Kami juga akan meminta penjelasan kepada anak kami untuk mengklarifikasi terkait kondisi yang dialami Ghazi selama menjalankan tugas di Halmahera Selatan,” tegasnya.Ā 

Sebelumnya Fauzi menjelaskan bahwa putranya mengikuti seleksi PPPK di DKI Jakarta pusat jurusan pendidikan S.1 Psikolog, Jabatan Guru Ahli Pertama yang di Tugaskan di Halmahera Selatan, pada tahun 2025.Ā 

Setelah dinyatakan lulus, Ghazi Al Gifari juga menerima Surat Keputusan (SK) penugasan sebagai tenaga pendidik SD Negeri 62 di Desa Gonone, Kecamatan Kepulauan Joronga.

Menurut Fauzi, sejak mengikuti seleksi hingga bertugas sebagai guru, komunikasinya dan anaknya berjalan dengan baik. Bahkan setelah Ghazi dari Jakarta ke tempat tugasnya masih berkomunikasi saling menanyakan kabar.

“beberapa bulan terakhir nomor telepon Ghazi tidak aktif dan tidak dapat dihubungi. Kondisi ini membuat kami khawatir karena hingga kini belum mengetahui keberadaannya,” ujarnya.Ā 

Fauzi mengaku bahwa komunikasi terakhir dengan putranya, keberangkatan Ghazi ke Jakarta bukan untuk pernikahan, melainkan berlibur bersama rekan-rekan organisasinya.

“Setelah liburan di Jakarta, anak saya masih sempat menghubungi saya dan menyampaikan bahwa ia akan kembali ke Maluku Utara untuk menjalankan tugasnya,” pintanya.Ā 

Ia juga mengaku setelah putranya kembali di Halmahera Selatan, masih berkomunikasi. Namun beberapa bulan terakhir, usai Idul Adha, sudah tidak pernah lagi menghubungi, bahkan nomor teleponnya sudah tak aktif.Ā 

Terpisah Kepala Sekolah Dasar (SD) Negeri 62 Halmahera Selatan yang dikonfirmasi terkait keberadaan Ghazi Al Gifari mengatakan bahwa memang Ghazi tercatat sebagai guru di sekolah tersebut.Ā 

“Benar, Ghazi Al Gifari merupakan guru yang bertugas di sekolah kami,” ucapnya.Ā 

Namun sejak bulan Ramadan yang bertepatan dengan masa cuti dan libur, Ia (Ghazi) meminta izin untuk berangkat ke Jakarta. Tapi hingga kini yang bersangkutan belum kembali bertugas.Ā 

“Kami bersama dewan guru juga telah berupaya menghubungi Ghazi agar kembali bertugas, tapi nomor telepon yang bersangkutan tidak aktif hingga saat ini,’pungkasnya.(sah/red)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page