Jemaat Walerang Semarakkan Karnaval HUT GPM ke-91 di Tanimbar Utara

Karnaval dalam rangka memperingati HUT GPM ke-91 yang berlangsung di Kecamatan Tanimbar Utara, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Senin (14/9/2026) foto : Duanglan/ Klikfakta. id)

Klikfakta.id, TANIMBAR– Jemaat Gereja Protestan Maluku (GPM) jemaat Walerang turut menyemarakkan karnaval dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) GPM ke-91 yang berlangsung di Kecamatan Tanimbar Utara, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Senin (14/9/2026).

Rombongan Jemaat GPM Walerang tampil kompak dan penuh semangat dengan mengenakan pakaian serba hitam yang dihiasi ornamen tenun khas Tanimbar. 

Busana adat tradisional juga ditampilkan sebagai bentuk kebanggaan terhadap identitas serta kekayaan budaya masyarakat Tanimbar.

Di barisan depan, sejumlah pemuda tampil mengenakan hiasan kepala adat dan busana berbahan tenun Tanimbar. Kehadiran mereka menjadi salah satu daya tarik tersendiri dalam karnaval. Panji bertuliskan “Jemaat GPM Walerang” turut dikibarkan bersama bendera Merah Putih sepanjang perjalanan.

Ketua Panitia Jemaat Walerang, Piceman Loka, mengatakan keikutsertaan jemaat dalam karnaval tersebut merupakan bentuk sukacita sekaligus kebersamaan dalam merayakan HUT GPM ke-91.

“Kami hadir dalam karnaval ini bukan hanya untuk memeriahkan HUT GPM ke-91, tetapi juga menunjukkan kebersamaan dan kekompakan Jemaat Walerang. Kami ingin membawa semangat kasih, persatuan, dan iman melalui kegiatan ini,” ujar Piceman Loka.

Menurutnya, penggunaan busana adat dan tenun khas Tanimbar juga menjadi bagian penting dalam keikutsertaan Jemaat Walerang. Hal tersebut merupakan bentuk penghargaan terhadap warisan budaya leluhur yang perlu terus dijaga oleh generasi muda.

“Kami juga ingin menunjukkan bahwa iman dan budaya dapat berjalan bersama. Tenun dan pakaian adat yang kami gunakan adalah bagian dari identitas masyarakat Tanimbar yang harus terus dilestarikan,” tambahnya.

Karnaval tersebut melintasi sejumlah ruas jalan utama di wilayah Kecamatan Tanimbar Utara dan diikuti oleh jemaat dari berbagai desa. Masyarakat terlihat antusias menyaksikan setiap rombongan yang tampil dengan ciri khas masing-masing.

Semarak HUT GPM ke-91 menjadi momentum bagi warga gereja di Tanimbar Utara untuk memperkuat persaudaraan, kebersamaan, dan pelayanan. Perayaan tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa nilai-nilai iman dan budaya lokal dapat berjalan beriringan dalam kehidupan masyarakat.

Kehadiran Jemaat GPM Walerang dengan balutan busana adat dan tenun Tanimbar menjadi pesan bahwa perayaan iman tidak sekadar seremonial, tetapi juga menjadi ruang untuk menjaga identitas budaya, mempererat persaudaraan, serta mewariskan nilai-nilai luhur kepada generasi berikutnya. (GD/red) 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *