Klikfakta. id, KEPSUL– Mantan Ketua PC PMII Kepulauan Sula Masa Khidmat 2022-2023, Ahmad Ukin, mengajak masyarakat Kabupaten Kepulauan Sula untuk tetap menjaga persatuan dan tidak terprovokasi dengan Isu-isu yang dapat memecah belah umat usai Pilkada Serentak tanggal 27 November 2024, pada Selasa (3/12/2024).
Ahmad Ukin kepada Klikfakta.id mengatakan, pilkada sebagai sarana untuk menyalurkan aspirasi untuk menjadi pilihan masyarakat.
Namun, saat ini sudah selesai yang sebagai bagian dari demokrasi yang merupakan proses biasa dalam mencari pemimpin yang sesuai kehendak masyarakat.
“Olehnya itu, masyarakat jangan sampai terprovokasi dengan isu-isu yang bisa memecah belah umat dan anak bangsa, karena pilkada telah berjalan dengan baik, ” ucapnya.
Ahmad juga menyatakan, Pilkada Serentak tanggal 27 November 2024 merupakan momen penting bagi rakyat Kabupaten Kepulauan Sula untuk menentukan pemimpin.
Karena proses tersebut tidak hanya melibatkan peserta pemilu, tetapi juga seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga integritas dan kelancaran demokrasi.
“Momen pilkada ini kita jadikan sebagai pembelajaran untuk seluruh masyarakat bahwa demokrasi adalah cara terbaik untuk memilih pemimpin. Kita harus tetap menjaga persatuan dan kesatuan. Apapun hasil akhirnya kita tetap terima dengan baik, ” imbuhnya.
Selain itu, Ahmad juga mengajak kepada semua pihak terutama yang menang dan yang kalah tidak bertindak berlebihan, karena pilkada merupakan proses demokratis untuk memilih pemimpin daerah dengan penuh kedewasaan.
“Saya mengajak kepada seluruh masyarakat untuk menjaga situasi tetap kondusif sambil menunggu hasil resmi dari KPU Kabupaten Kepulauan Sula yang saat ini KPU sedang melakukan rapat pleno terbuka rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara di tingkat Kabupaten pada dua jenis pemilihan, yakni pemilihan Gubernur Dan Wakil Gubernur, Maupun Bupati Dan Wakil Bupati,”.
“Meskipun sudah ada hasil dari hitung cepat namun, harus diingat bahwa hasil tersebut bukan keputusan akhir,”lanjutnya.
Ahmad juga mengimbau kepada semua pihak yang terlibat dalam pilkada, baik tim sukses maupun para pendukung pasangan calon, harus memberikan contoh yang baik kepada masyarakat.
“Tunjukanlah keteladanan dengan mengikuti proses di KPU tanpa melakukan tindakan yang melanggar hukum atau etika demokrasi. Kemudian kemenangan dan kekalahan dalam pilkada merupakan bagian dari dinamika demokrasi yang harus diterima dengan lapang dada,”
Ahmad pun meyakini, bahwa masyarakat saat ini telah dewasa dalam berdemokrasi, sehingga setiap ada perhelatan kontestasi apapun masyarakat akan menjaga kondusifitas Kamtibmas dengan sebaik-baiknya.
”Kedewasaan masyarakat kita dalam berdemokrasi telah matang. Oleh karena itu, masyarakat tidak akan mudah terprovokasi adanya isu-isu yang akan memecah belah umat, “tukasnya.*** Editor : Sudirman Umawaitina
Penulis : Sudirman Umawaitina














