Klikfakta. id, TERNATE — Insiden Kecelakaan lalu lintas yang melbatkan mobil truk milik PLN UP3 Tobelo, yang menyebabkan seorang remaja 18 tahun meregang nyawa, menuai sorotan Solidaritas Pemuda Merah Putih Maluku Utara.
Mereka menilai kecelakaan yang terjadi tersebut adalah bentuk kelalalaian pihak PLN maupun Mitra kerja mereka.
” Jadi ini soal nyawa manusia. Pengawasan keselamatan kerja atau K3 patut dipertanyakan, harus ada sanksi pidananya, ” tegas ketua Pemuda Merah Putih Maluku Utara, Mudasahir Ishak, Minggu (9/11/2025).
Mudashir juga mendesak pihak PLN Unit Wilayah Maluku Maluku Utara untuk memberikan sanksi tegas terhadap pihak pelaksana proyek dalam hal ini PT Megatama selalu pelaksana proyek.
Ia bersama rekan- rekanya akan menggelar aksi besar- besaran di PLN Cabang Ternate sikapi peristiwa itu. Dimana sorotan aksi juga terkait pemadaman lampu yang sering di keluhkan warga khususnya di daratan halmahera.
Sekedar informasi, peristiwa kecelakaan lalu lintas melibatkan mobil truk milik PLN UP3 Tobelo, terjadi di jalan umum Desa Jere Tua pada Kamis 23 Oktober 2025 lalu.
Kronologis kecelakaan tersebut berawal dari mobil truk R6 Izuzu nomor 71 putih TNKB A 8439 ZF yang dikemudikan oleh Yeheskiel Aprilio Pansalang melaju dari arah Selatan menuju ke Utara atau dari Desa Jere Baru menuju Desa Teru Teru.
Sesampainya di Desa Jere Tua, saat hendak menuruni tanjakan, pengemudi R6 Izuzu membunyikan klakson sebelum melintas.
Korban M. Wahid Sahidi (18) pelajar asal Desa Jere Tua, Loloda Utaa saat peristiwa itu mengendarai sepeda motor Yamaha Jupiter hitam melaju dari arah berlawanan, tabrakan pun tidak bisa dihindarkan.
Akibat peristiwa tersebut, korban yang masih berusia 18 tahun itu meregang nyawa di lokasi kejadian setelah mengalami pendarahan di kepala dan kaki kanan patah. Sedangkan pengemudi truk diketahui tidak mengalami luka.
Kepala UP3 PLN Tobelo, Anton Tonopa konfirmasi mengaku insiden itu menjadi atensi.
Anton memastikan pihaknya menaruh perhatian dan sudah meminta mitra mereka PT Megatama melakukan penyelesaian kekeluargaan dan di kepolisian.
Disinggung terkait penerapan pengawasan K3 dari UP3 PLN Tobelo, Anton menegaskan Ini sangat menjadi perhatian pihaknya.
“Makanya kami langsung memanggil direktur dari PT Megatama untuk menjelaskan kepada kami, ” terang Anton dikutip dari posko malut. com.
“Untuk kami lakukan mitigasi dan pencegahan agar kejadian tidak terjadi lagi. Itu bagian dari pekerjaan kami di divisi HSSE PLN Tobelo, ” sebutnya.
Disentil ihwal pekerjaan PT Megatama yang kembali menelan korban, Anton menjawab singkat “Baik kami investigasi dahulu pak,” pungkasnya. (red)













