Klikfakta.id, SOFIFI — Kepolisian Daerah (Polda) Maluku Utara menggelar peningkatan kapasitas personel Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat atau Bhabinkamtibmas di seluruh jajaran Polda Maluku Utara.
Kegiatan yang berlangsung Kamis (18/6/2026), bertempat di Pendopo Lapangan Catur Prasetya Mapolda Maluku Utara, Sofifi dalam rangka untuk mengoptimalkan peran Bhabinkamtibmas sebagai garda terdepan sekaligus perwujudan fungsi Polisi Penolong.
Pelatihan ini diikuti seluruh Bhabinkamtibmas dari jajaran Polres se-Maluku Utara, personel Direktorat Pembinaan Masyarakat (Ditbinmas), serta sejumlah Perwira Menengah dan Perwira Pertama diingkungan Ditbinmas Polda Malut.
Dalam kegiatan tersebut Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Maluku Utara menyampaikan materi mengenai penanganan darurat korban kecelakaan dan kontinjensi.
Ini bertujuan untuk membekali para peserta dengan keterampilan dasar pertolongan pertama, yang mencakup teknik penilaian awal kondisi korban, prosedur evakuasi yang aman, serta langkah-langkah medis sebelum korban mendapat perawatan medis maupun fasilitas kesehatan.
Tim medis dari Biddokkes menekankan bahwa kecepatan dan ketepatan tindakan dalam situasi gawat darurat merupakan faktor krusial untuk meminimalkan risiko cedera lebih lanjut serta meningkatkan peluang keselamatan korban.
Sesi ini berlangsung interaktif dan dilengkapi dengan simulasi penanganan korban yang mendapat respons antusias dari seluruh peserta.
Selanjutnya, Direktorat Intelijen dan Keamanan (Ditintelkam) Polda Maluku Utara memberikan pemahaman strategis mengenai Deteksi Dini.
Para peserta dibekali dengan pengetahuan tentang teknik pengumpulan informasi dan pemetaan daerah rawan, serta identifikasi potensi konflik sosial yang muncul di tengah masyarakat.
Narasumber juga menegaskan bahwa peran Bhabinkamtibmas sebagai ujung tombak Kepolisian Republik Indonesia yang sangat strategis dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.
Dengan kemampuan analisis yang mumpuni, diharapkan setiap potensi gangguan keamanan dapat diantisipasi secara dini melalui penguatan sinergi dengan masyarakat dan pemangku kepentingan terkait.
Sementara Satuan Brimob Polda Malut yang mengangkat dasar-dasar operasi Search and Rescue (SAR).
Instruktur Brimob memberikan pemaparan mengenai teknik pencarian dan pertolongan korban, prosedur evakuasi sesuai dengan standar, serta aspek keselamatan personel dalam menghadapi situasi bencana atau kecelakaan.
Pengetahuan ini dinilai penting mengingat Bhabinkamtibmas sering kali menjadi elemen pertama yang merespons kondisi darurat di wilayah binaannya.
Para Bhabinkamtibmas juga dibekali mengenai prosedur penanganan Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Personel Bhabinkamtibmas diberikan wawasan tentang langkah-langkah awal di lokasi kejadian, teknik pengamanan TKP, upaya pelestarian barang bukti, serta mekanisme koordinasi dengan fungsi reserse dan identifikasi.
Hal ini dinilai sangat krusial mengingat para Bhabinkamtibmas sering kali menjadi pihak pertama yang tiba di lokasi kejadian, sehingga kemampuan yang tepat sangat menentukan kelancaran proses penyelidikan selanjutnya.
Kabid Humas Polda Malut Kombes Pol. Wahyu Istanto Bram menyampaikan bahwa kegiatan peningkatan kapasitas ini merupakan wujud komitmen institusi memberikan pelayanan yang profesional dan perlindungan masyarakat.
“Kami berharap seluruh Bhabinkamtibmas mengimplementasikan ilmu dan keterampilan yang telah diperoleh dalam pelaksanaan tugas dilapangan, sehingga keberadaan Polisi untuk penolong yang dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Kabid Humas.(sah/red)













