Klikfakta.id, KEPSUL – Masyarakat Desa Wailoba, Kecamatan Mangoli Tengah, Kabupaten Kepulauan Sula Maluku Utara, memperbaiki kabel PLN yang tertimpa pohon, pada Selasa (19/8/2025).
Warga bekerja secara swadaya tanpa ada alat pengaman saat melakukan pekerjaan tersebut.
Anggota DPRD Sula Fraksi Partai Demokrat, Masmina Ali Umacina saat dikonfirmasi melalui via WhatsApp mengaku, sudah jadi hal biasa bagi masyarakat di desa Wailoba, karena setiap angin ataupun hujan bahkan sampai tiang PLN yang roboh itu pasti kendalanya begini.
“Jadi masyarakat swadaya, masyarakat yang sepanjang jalan menyusuri dimana penyebab tanpa ada bantuan dari PLN Mangoli maupun pemerintah Daerah, ” ujarnya.
Padahal saat masalah seperti ini, masyarakat sering komunikasi ke pihak PLN Mangoli untuk perbaiki kabel-kabel yang tertimpa pohon, tapi hingga sampai sekarang ini juga tidak respon atau terkesan cuek.
“PLN Mangoli Tengah bilang berusaha untuk datang, tapi karena susahnya akses jalan jadi selalu di suru menunggu tapi karna lama jadi masyarakat ambil alih kerja swadaya, ” sebutnya,
“Ini susah sekali untuk kita mendapat perhatian dari pihak PLN. Kami sangat maklumin dengan kondisi jalan yang dari dulu hingga saat ini sedang rusak. Akan tetapi ini juga menjadi tanggung jawab PLN Mangoli dan pemerintah Daerah,” lanjutnya.
Terkadang masyarakat yang bergotong royong untuk melakukan perbaikan kabel-kabel yang tertimpa pohon.
Ini bukan baru pertama kali terjadi, tetapi sudah berulang kali terjadi seperti ini.
“Kami swadaya sendiri, bikin sendiri, anggaran sendiri. Mestinya ini ada sedikit bantuan dari pemerintah desa, supaya bisa membantu masyarakat dalam bekerja, tetapi ini tidak ada sama sekali,”
Ia juga meminta agar ada perhatian dari pemerintah daerah untuk bisa melihat masyarakat di desa Wailoba.
“Kami masyarakat Wailoba juga salah satu desa yang masuk dalam wilayah Kabupaten Kepulauan Sula, tapi kami merasa bahwa, kami ini sangat dianaktirikan oleh pemerintah, karena disaat kami mendapat hal seperti ini, kami jalan sendiri tanpa ada campur tangan dari pemerintah.
Masmina menyebut, akses jalan dan jembatan pun menjadi kendala bagi masyarakat Wailoba.
“Jalan dan jembatan yang rusak ini dipebaiki oleh masyarakat secara swadaya, karena tidak ada perhatian dari pemerintah daerah maupun pemerintah desa.
Masmina juga meminta kepada Pemerintah daerah agar dapat melirik masyarakat Wailoba.
Dimana, akses jalan ke Wailoba itu memang agak rumit untuk di lewati. Bahkan itupun perlu nyawa seribu baru bisa tempuh sampai ke Wailoba.
“Jadi kami meminta ada akses jalan bagi masyarakat Wailoba, sehingga segala aktivitas yang dilakukan oleh masyarakat pun berjalan lancar, ” tukasnya. ***
Editor : Redaksi
Pewarta : Sudirman Umawaitina













