Klikfakta.id, TERNATE — Seorang pria berinisial SG (53), warga Kelurahan Tafure, Kecamatan Ternate Utara, Kota Ternate, Maluku Utara, ditemukan meninggal dunia diduga akibat tindak pidana.
Korban ditemukan dalam kondisi bersimbah darah di depan teras rumahnya yang berada di RT 09 RW 05 Kelurahan Tafure, pada Selasa (25/5/2026) sekitar pukul 19.20 WIT malam.
Kapolres Ternate AKBP Anita Ratna Yulianto melalui Kasi Humas Polres Ternate IPDA Sudirjo ketika dikonfirmasi membenarkan adanya peristiwa tersebut.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, sebelum kejadian korban diketahui tengah berkumpul bersama tiga rekannya sambil mengonsumsi minuman keras jenis cap tikus dan bir Guinness di rumah korban sejak pukul 16.00 WIT.
Salah satu saksi berinisial IHM sempat meninggalkan lokasi sekitar pukul 18.30 WIT untuk mengantar seorang rekannya inisial Ing ke Penginapan Sulawesi di Kelurahan Bastiong karena dalam kondisi mabuk berat.
“Namun saat saksi kembali ke rumah korban sekitar pukul 19.20 WIT, korban sudah ditemukan tergeletak di depan teras rumah dengan kondisi bersimbah darah,” ujar IPDA Sudirjo.
Dalam kejadian tersebut, salah satu rekan korban berinisial D alias Dava diketahui sudah tidak berada di lokasi ketika saksi kembali ke tempat kejadian perkara (TKP).
Saksi kemudian melaporkan peristiwa itu ke Polsek Ternate Utara sekitar pukul 19.30 WIT.
Menindaklanjuti laporan tersebut, personel piket SPKT Polsek Ternate Utara langsung mendatangi lokasi untuk mengamankan TKP dan memasang garis polisi.
Selanjutnya, Unit Identifikasi Satreskrim Polres Ternate melakukan olah TKP sekitar pukul 21.00 WIT.
Kapolsek Ternate Utara AKP Rusli Hanafi dan Kasat Reskrim Polres Ternate AKP Bakry Syahruddin turut berada di lokasi guna memantau proses penanganan perkara.
Selain itu, tim Biddokkes Polda Maluku Utara yang dipimpin dr. Zulfah Hasanah juga melakukan pemeriksaan awal terhadap jenazah korban.
Polisi turut mengamankan sebilah parang yang ditemukan di sekitar lokasi kejadian dan terdapat bercak darah yang diduga berkaitan dengan peristiwa tersebut.
Jenazah korban kemudian dievakuasi menggunakan ambulans Biddokkes Polda Maluku Utara ke RSUD Chasan Boesoirie untuk dilakukan otopsi lebih lanjut.
Hingga saat ini, Satreskrim Polres Ternate bersama Unit Reskrim Polsek Ternate Utara masih melakukan penyelidikan guna mengungkap motif serta pelaku dalam peristiwa tersebut.
Sementara salah satu rekan korban yang terakhir bersama korban masih dalam pencarian Tim Resmob.
Adapun langkah-langkah kepolisian yang telah dilakukan meliputi mendatangi TKP, memasang police line, mengumpulkan keterangan saksi, melakukan olah TKP, serta membuat laporan polisi guna proses penyelidikan lebih lanjut.
“Saat ini Satreskrim Polres Ternate bersama Unit Reskrim Polsek Ternate Utara masih melakukan penyelidikan terkait kronologi, motif maupun pihak yang bertanggung jawab atas kejadian tersebut,” ujar Kasi Humas Polres Ternate.
Sudirjo juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya, serta menyerahkan sepenuhnya proses penanganan perkara kepada pihak kepolisian.(sah/red)













