Klikfakta.id, TIDORE – Wakapolda Maluku Utara Brigjen Pol. Slamet Hariyadi mengajak kepada masyarakat untuk bersama-sama memerangi penyalahgunaan narkoba dan minuman keras (miras), sekaligus menjaga kerukunan serta persatuan ditengah kehidupan bermasyarakat.
Ajakan tersebut disampaikan Wakapolda saat menggelar Subuh Keliling (Suling) di Masjid At-Taqwa, Kelurahan Galala, Kecamatan Oba Utara, Kota Tidore Kepulauan, pada Sabtu (7/11/2026).
Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi dan kebersamaan antara Polri dan masyarakat sekaligus dengan menyampaikan pesan-pesan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) kepada jamaah salat Subuh.
Dalam kesempatan tersebut Slamet mengajak seluruh jamaah untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, memperkuat persaudaraan, serta menjaga kerukunan di tengah keberagaman masyarakat.
Ia menegaskan, narkoba dan minuman keras tidak boleh dianggap sepele karena merusak masa depan generasi muda. Karena itu, upaya pencegahan harus dimulai dari lingkungan keluarga hingga masyarakat.
“Kami mengajak kepada seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan masing-masing. Jangan sampai generasi muda kita terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba maupun miras, maka pencegahan harus dimulai dari keluarga dan lingkungan sekitar,” tegasnya.
Menurutnya, kepolisian tidak bisa bekerja sendiri memberantas peredaran narkoba dan menjaga keamanan. Dibutuhkan keterlibatan orang tua, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta seluruh elemen masyarakat membangun lingkungan yang sehat dan bebas dari pengaruh negatif.
“Jangan biarkan generasi muda kita menjadi korban narkoba dan miras, orang tua harus memberikan perhatian dan pengawasan yang ketat kepada anak-anaknya. Begitu juga tokoh agama dan masyarakat, mari bersama-sama membangun lingkungan yang sehat, aman, dan bebas dari pengaruh negatif,” ujarnya.
Selain persoalan narkoba, Wakapolda juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya, terutama yang beredar melalui media sosial.
Ia meminta masyarakat lebih bijak dalam bermedia sosial serta memastikan kebenaran informasi sebelum membagikannya agar tidak memicu fitnah, konflik, maupun perpecahan.
“Perbedaan pendapat jangan sampai memecah persaudaraan. Saya mengajak masyarakat untuk bijak bermedia sosial, jangan mudah terhasut berita bohong atau hoaks. Pastikan kebenaran informasi sebelum membagikannya, menjaga kedamaian merupakan tanggung jawab kita bersama,” katanya.
Slamet juga menegaskan bahwa kehadiran Polri di tengah masyarakat bukan semata-mata untuk menjaga keamanan, tetapi juga membangun komunikasi, mendengar aspirasi, serta mencari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
“Kami ingin membangun kedekatan dengan masyarakat melalui kegiatan seperti Subuh Keliling ini. Polri hadir bukan hanya menjaga keamanan, tetapi juga menjadi bagian dari masyarakat, mendengar aspirasi, menerima masukan, serta mencari solusi atas berbagai persoalan yang terjadi di lingkungan masyarakat,” ungkapnya.
Ia berharap masyarakat tidak meragukanmu menyampaikan kritik, saran, maupun laporan apabila menemukan persoalan atau gangguan kamtibmas di lingkungan masing-masing.
“Polri tidak bisa bekerja sendiri dalam menjaga keamanan. Kami membutuhkan dukungan dan partisipasi masyarakat. Apabila ada persoalan atau gangguan kamtibmas, segera sampaikan kepada pihak kepolisian agar ditangani dengan cepat dan tepat,” tambahnya.
Kegiatan Subuh Keliling tersebut turut dihadiri Dirreskrimum Polda Maluku Utara Kombes Pol. I Gede Putu Widiyana, Kabid TIK Kombes Pol. Ike Krisnadian, serta Dirresnarkoba Kombes Pol. Azhar Nugroho.
Melalui kegiatan tersebut, Polda Maluku Utara berharap hubungan kemitraan antara Polri dan masyarakat semakin kuat.Â
Dengan komunikasi dan sinergi yang terbangun, upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba, pemeliharaan kerukunan, serta penciptaan situasi kamtibmas aman, damai, dan kondusif di Maluku Utara berjalan bersama-sama. (sah/red)Â




















