Sultan Jailolo Dukung Penuh Sekolah Rakyat di Halbar: Pendidikan Gratis untuk Rakyat Kecil

Klikfakta. id, HALBAR– Sultan Jailolo, Achmad Sjah, menyatakan dukungan penuhnya terhadap hadirnya Program Sekolah Rakyat di Kabupaten Halmahera Barat. Ia menilai program ini sebagai langkah strategis dalam membuka akses pendidikan yang merata dan berkeadilan, terutama bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

“Sebagai Sultan Jailolo, saya menyambut baik dan memberikan dukungan penuh terhadap hadirnya Program Sekolah Rakyat di Halmahera Barat, sebagai upaya nyata dalam membuka akses pendidikan bagi seluruh lapisan masyarakat,” ujar Sultan dalam pernyataannya, Rabu, 23 Juli 2025.

Menurutnya, Sekolah Rakyat mencerminkan semangat keadilan sosial dan kepedulian terhadap masa depan generasi muda.

Ia menegaskan bahwa nilai-nilai tersebut sangat sejalan dengan adat dan kearifan lokal Kesultanan Jailolo yang menjunjung tinggi pentingnya ilmu pengetahuan bagi rakyat.

Lebih jauh, Sultan juga menekankan pentingnya penanaman karakter, moral, serta penguatan budaya lokal dalam sistem pendidikan.

Ia menyebut Sekolah Rakyat sebagai “benteng peradaban dan jati diri” bagi anak-anak Halbar di tengah arus perubahan zaman.

“Sekolah Rakyat yang digagas oleh pemerintah pusat dan daerah tidak akan memungut biaya dari para siswanya agar tidak membebani orang tua mereka. Hal ini yang perlu terus disosialisasikan secara luas agar masyarakat memahami bahwa pendidikan yang ditawarkan benar-benar gratis dan berpihak pada rakyat kecil,” tegas Sultan.

Sebagai pemangku adat, Kesultanan Jailolo menyatakan komitmennya untuk ikut mengawal keberlangsungan Sekolah Rakyat, termasuk melalui pendekatan budaya dan penguatan nilai-nilai lokal.

Ia berharap kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dan masyarakat adat dapat memastikan Sekolah Rakyat tumbuh sebagai model pendidikan alternatif yang berkualitas, berakar pada budaya, dan berpihak pada masyarakat kecil.

Program Sekolah Rakyat sendiri saat ini tengah dikembangkan di Halbar sebagai bentuk implementasi dari kebijakan pendidikan inklusif, dengan dukungan berbagai pihak, termasuk ormas keagamaan dan tokoh adat. (ajo/red) 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page