banner 468x60 banner 468x60

1052 Personel Gabungan Dikerahkan pada Operasi Ketupat Kie Raha 2026

Kapolda Irjen Pol Waris Agono saat di wawancarai awak media ( Dok : Humas Polda Malut)

Klikfakta.id, SOFIFI — Operasi ketupat dengan sandi Kie Raha Tahun 2026 menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah Tahun 2026 Masehi resmi dimulai selama 13 hari kedepan, terhitung sejak 12-24 Maret.

Pelaksanaan operasi ditandai dengan adanya apel gelar pasukan di mapolda maluku utara di sofifi yang dipimpin langsung oleh Kapolda Irjen Pol Waris Agono.

Kapolda Malut Irjen Pol Waris Agono mengaku, operasi ini dilakukan secara terpusat baik tingkat mabes polri hingga ke daerah.

Untuk Maluku Utara sendiri akan menyasar sejumlah tempat objek vital dan tempat keramaian.

“Termasuk kita di Maluku Utara yang ditandai dengan apel gelar pasukan, melibatkan TNI Polri dan instansi terkait di walayah Maluku Utara,” ujar Irjen Waris saat dikonfirmasi usai apel di lapangan Catur Prasetya Mapolda Sofifi, Kamis (12/3/2026).

Jenderal bintang dua itu juga mengaku, lewat operasi ini Polda Maluku Utara telah siapakan sebanyak 835 personel yang ditambah dengan instansi lainnya sehingga, sehingga total jumlah sebanyak 1.052 petugas disiagakan.

“Jadi kita libatkan dua per tiga itu dari instansi terkait untuk secara sama-sama melakukan pengamanan di lapangan,” bebernya.

Disamping itu operasi ini juga akan disiapkan sebanyak 11 pos terpadu, 37 pos PAM dan 21 pos pelayanan yang tersebar di wilayah Maluku Utara yang siap untuk memberikan pelayanan masing-masing Kabupaten Kota.

“Sementara itu, untuk sarana operasi tersebut dimulai dari orang dan barang-barang dalam kegiatan dan tempat,” ungkapnya.

Untuk sasaran orang dimulai dari masyarakat yang belanja lebaran, sholat tarawih, takbiran, mudik dan balik, merayakan idul fitri, berkreasi wisata, pengemudi pelaku teroris dan para pelaku kriminal.

Sedangkan untuk benda mulai dari senpi amunisi, petasan kembang api, miras narkoba, makanan minuman kadaluarsa, rambu lalu lintas, alat transportasi, kendaraan roda dua dan empat serta benda-benda dibawa masyarakat.

Selain itu untuk sasaran lokasi dan tempat mulai dari pusat perbelanjaan, gudang penyimpanan, rumah ditungal mudik, serta terminal bandara pelabuhan, jalur lintas rawan bencana, masjid maupun tempat jual tiket.

“Dari lokasi-lokasi ini yang akan menjadi sasaran selama operasi ketupat di Maluku Utara,” tuturnya.

Terpisah mewakili Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Laos melalui Asisten III Setda Pemprov Maluku Utara, Sukur Lila menambahkan bahwa Pemprov Malut mendukung dan mengapresiasi operasi ketupat yang dilakukan Polda Maluku Utara dan jajaran Polres di Maluku Utara juga

“Bahkan kita dari Pemerintah daerah siapkan dari Satpol PP mulai tingkat Provinsi hingga Kabupaten Kota,” katanya.

Harapannya dengan operasi ini bisa memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang melaksanakan ibadah idul fitri 2026.

“Pemprov sangat mendukung adanya operasi tersebut, saya mewakili Gubernur memberikan dukungan penuh atas pelaksanaan personel yang menjalankan tugas di lapangan, ” pungkasnya. (sah/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page