Klikfakta.id,HALUT– Aksi kemanusiaan dua warga Desa Mamuya, Kecamatan Galela, Kabupaten Halmahera Utara, mendapat apresiasi hingga tingkat internasional. Mereka adalah Rustamani Juanga dan Kiril Tatambane.Â
Pemerintah Singapura memberikan penghargaan kepada keduanya atas keberanian dan dedikasi mereka dalam proses pencarian korban erupsi Gunung Dukono yang menewaskan dua warga negara Singapura.
Kedua relawan tersebut merupakan bagian dari tim yang pertama kali menemukan jenazah dua pendaki asal Singapura yang tertimbun material vulkanik di kawasan Gunung Dukono dalam operasi pencarian pada Mei 2026. Penemuan tersebut menjadi titik akhir operasi SAR yang berlangsung di medan berbahaya dengan aktivitas vulkanik yang masih tinggi.
Penghargaan diserahkan dalam rangkaian kunjungan Duta Besar Singapura untuk Indonesia, Y.M. Kwok Fook Seng, ke Kabupaten Halmahera Utara pada Kamis (6/8/2026).
Dalam pertemuan dengan Bupati Halmahera Utara, Dr. Piet Hein Babua, Duta Besar menyampaikan rasa hormat dan terima kasih atas pengorbanan seluruh tim pencarian, khususnya masyarakat Halmahera Utara, yang menunjukkan semangat kemanusiaan tanpa memandang batas negara.
Sebelumnya, kedua warga Desa Mamuya juga telah menerima penghargaan dari Pemkab Halut dan Pemprov Malut atas dedikasi mereka sebagai relawan dalam operasi pencarian dan evakuasi korban erupsi Gunung Dukono.
Penghargaan dari Pemerintah Singapura ini menjadi pengakuan internasional atas keberanian masyarakat lokal Halmahera Utara yang mempertaruhkan keselamatan demi mengevakuasi para korban di tengah ancaman erupsi Gunung Dukono.
Aksi kemanusiaan tersebut kini menjadi simbol eratnya persahabatan antara Indonesia dan Singapura yang lahir dari semangat solidaritas dan kemanusiaan.













