Klikfakta.id, JAKARTA — Kodim 1505/Tidore berhasil meraih Juara III Umum di Bidang Perlawanan Wilayah (Wanra) pada ajang KASAD Award Lomba Kampung Pancasila 2025.
Capaian ini diumumkan melalui siaran langsung kanal YouTube TNI Angkatan Darat dalam rangka kegiatan nonton bareng (nobar) yang dipusatkan di Aula Makodim 1505/Tidore, Jumat (19/12/2025).
Hadir dalam kegiatan nobar Forkopimda Kota Tidore Kepulauan, Kepala Dinas Pertanian, Kepala Bidang Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Perindakop), dan Kepala Kelurahan Doyado, serta para tokoh agama, tokoh adat, tokoh budaya, hingga tokoh pemuda.
Kehadiran mereka berbagai unsur tersebut mencerminkan kuatnya sinergi lintas sektor dalam penguatan nilai-nilai Pancasila di tingkat masyarakat.
Piagam dan piala KASAD Award itu diserahkan langsung kepada Komandan Kodim 1505/Tidore Letnan Kolonel Infanteri Wahyu Widya Sasono yang didampingi Wakil Wali Kota Tidore Ahmad Laiman serta Babinsa Sertu Nasir Ibrahim dalam penerimaan simbolis penghargaan tersebut.
Dandim 1505/Tidore Letkol Inf Wahyu Widya Sasono mengatakan, prestasi ini merupakan buah dari kerja kolektif antara TNI AD, dan pemerintah daerah, serta masyarakat dalam membangun Kampung Pancasila, terutama pada aspek pembinaan Wanra dan penguatan sektor ekonomi kerakyatan.
“Capaian ini adalah hasil kerja bersama. Karena Penguatan Wanra menjadi bagian penting dalam pengamalan nilai-nilai Pancasila, khususnya menumbuhkan semangat gotong royong dan kemandirian masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi fokus Kodim 1505/Tidore dalam membangun basis pertahanan rakyat semesta. Menurutnya, aspek ekonomi menjadi penopang utama ketahanan sosial masyarakat di tingkat kampung.
Letkol Wahyu berharap penghargaan tersebut dapat memotivasi masyarakat dan pemerintah daerah untuk terus berinovasi melalui berbagai program pemberdayaan yang memberi dampak langsung pada kesejahteraan warga.
“Kami berharap prestasi ini dapat mendorong semangat untuk terus meningkatkan kapasitas ekonomi masyarakat. Kemandirian menjadi pondasi pertahanan wilayah,” katanya.
Dengan raihan tersebut, Tidore menorehkan satu lagi pengakuan nasional atas program pembinaan teritorial dan pemberdayaan masyarakat.
Sinergi TNI, pemerintah daerah, dan unsur tokoh lokal diharapkan terus memperkuat pengamalan nilai-nilai Pancasila di akar rumput. (sah/red)














