Klikfakta. id, KEPSUL- Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sula bersama Dewan perwakilan rakyat daerah (DPRD) meninjau lokasi banjir di Desa Waisakai, Kecamatan Mangoli Utara Timur, pada Kamis (12/3) 2026).
Kalak BPBD Syamsudin Ode Maniwi, melalui Kepala bidang Rehabilitasi dan rekonstruksi Ade Yudhistira kepada Klikfakta.id menjelaskan, sebelumnya pemerintah provinsi Maluku Utara sudah mengeluarkan surat edaran terkait dengan cuaca ekstrem.
Maka dari itu, masyarakat maluku utara diminta untuk tetap berwaspada.
“Jadi musibah yang dialami oleh masyarakat di desa Waisakai ini akibat curah hujan dengan intensitas tinggi yang mengakibatkan banjir, ” katanya.
Penyebab utama banjir ini akibat dari sendimen air sudah terlalu banyak, sehingga luapan air itu lebih tinggi dan bisa melewati talud.
“Talud yang ada ini sudah lama, maka perlu untuk direhabilitasi kembali. Kita akan berupaya semaksimal mungkin menurunkan alat berat untuk melakukan normalisasi, ” jelasnya.
Berdasarkan hasil identifikasi, terdapat 15 unit rumah warga yang rusak berat. Sedangkan yang rusak ringan belum terdeteksi. Selain itu, Jumlah KK yang terdampak banjir berjumlah 59 KK dengan jumlah jiwa 300 lebih.
“Berdasarkan hasil pemeriksaan oleh tim, bahwa kerugian materiil yang dialami korban banjir itu jika ditotal kan bisa mencapai miliaran rupiah. Karena per rumah bisa mencapai ratusan juta, ” lanjutnya.
Ia meminta untuk sementara waktu, warga yang terdampak banjir segera melakukan pengungsian. Setelah melakukan pemeriksaan, data kerusakan rumah warga dapat ditindaklanjuti dan diusahakan secepat mungkin.
Plt. Kepala Dinas PUPR, Rosihan Buamona menambahkan, kondisi yang ada tepatnya dibelakang talud rumah warga yang jebol, disebabkan posisinya terlalu miring, bukan lurus.
“Jadi ketika di posisi miring, ada halangan yang membentang, pastinya debet air sungai penuh akan menabrak talud yang ada, ” ujarnya.
Sedangkan, landasan dibawah talud ini semuanya pasir. Akhirnya talud pun jebol hingga berapa rumah warga yang ada di bantaran talud itu semuanya pun terbawa oleh air.
“Jadi kondisi yang ada sekarang ini, bagaimana kita fikirkan supaya jangan sampai ketika terjadi banjir susulan sudah harus ambil langkah antisipasi. Takutnya jangan sampai ketika banjir berikut nanti bisa merembes ke pemukiman rumah warga yang lain, ” sambungnya.
Sementara, Ketua Komisi III DPRD Sula, Ramli Tidore menyampaikan bahwa, setelah dilakukan peninjauan di lokasi banjir, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan Dinas PU dan BPBD.
“Secara manusiawi memang kita juga merasa sedih dengan keadaan yang ada. Tentunya ini menjadi satu program prioritas khusus oleh Pemda Sula, agar secepatnya melakukan perbaikan rumah warga terdampak banjir, “.
“Jadi dalam waktu dekat ini, kita akan turun lagi untuk menyampaikan beberapa bantuan dari Pemerintah daerah kepada masyarakat yang terdampak langsung. Terutama bagi warga yang terdampak bencana berat, karena ada rumah yang hilang dan roboh, dan juga ada rumah yang rusak berat, ” tukasnya.
Terpisah, Anggota Komisi III DPRD Sula, Irham Soamole menyampaikan bahwa, masyarakat yang terkena dampak banjir ini diupayakan untuk dapat bantuan rumah dari pemkab sula.
“Kemarin itu dari Dinas Perkim juga sempat menyampaikan kepada kami saat rapat dengar pendapat (RDP) itu sekitar 650 unit rumah bantuan. InsyaAllah, karena ini kan kondisi darurat, ” terangnya.
Olehnya itu, Ia meminta kepada Pemerintah Desa Waisakai untuk menyiapkan data-data, jika ada langkah-langkah antisipasi dari Dinas PU.
“Jadi segera menyiapkan data-data untuk nanti kita dari Komisi III DPRD berupaya kerja kerja untuk koordinasi dengan Dinas Perkim, sehingga warga yang punya rumah terkena banjir ini bisa dapat bantuan, ” pungkasnya. ***
Editor   : Redaksi
Pewarta : Sudirman Umawaitina














