Klikfakta.id,HALUT– Dugaan manipulasi data penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang ditujukan kepada SPPG Yayasan Maria Van Deyken Soenpiet dibantah pihak yayasan. Mereka menegaskan seluruh proses pendistribusian makanan dilakukan sesuai mekanisme dan aturan dari Badan Gizi Nasional (BGN).
Kepala SPPG Yayasan Maria Van Deyken Soenpiet, Maria Christina Ohoiwutun, menjelaskan bahwa jumlah ompreng atau paket makanan yang didistribusikan ke sekolah sering kali berubah menyesuaikan kondisi di lapangan.
“Ketika pendistribusian ke sekolah, jumlah ompreng kadang tidak sama. Jika ada kelebihan, maka kami alokasikan ke sekolah lain. Itu memang sesuai aturan dari Badan Gizi Nasional (BGN),” jelas Maria.
Menurutnya, makanan yang belum tersalurkan tidak pernah digunakan untuk kepentingan pribadi, melainkan tetap diberikan kepada pihak yang membutuhkan.
“Bahkan pernah kami distribusikan ke panti asuhan dan masyarakat terdampak banjir serta longsor di Kecamatan Loloda. Semua itu ada bukti penyalurannya,” katanya.
Maria juga menuturkan, seringkali pendistribusian menjadi terganggu disebabkan situasi di lapangan akibat abu vulkanik yang mengakibatkan beberapa sekolah diliburkan sehingga pendistribusian tidak ke semua sekolah penerima manfaat dan dialihkan ke sekolah lain yang tidak libur.
Untuk itu Ia menegaskan bahwa tudingan manipulasi data demi keuntungan pribadi sama sekali tidak benar.
Sementara itu, Ketua Yayasan Maria Van Deyken Soenpiet, Yani Arini, menegaskan bahwa seluruh pekerjaan dilakukan berdasarkan data penerima yang ada dan permintaan dari pihak sekolah.
“Kami bekerja berdasarkan data, jadi tidak ada mark up seperti yang diberitakan. Semua yang kami salurkan merupakan permintaan dari sekolah,” tegas Yani.
Menurutnya, program MBG justru menjadi berkah bagi masyarakat karena mampu membuka lapangan pekerjaan bagi warga dari berbagai daerah di Halmahera Utara.
“Program pemerintah ini luar biasa karena bisa membantu anak-anak mendapatkan makanan bergizi sekaligus mempersiapkan generasi emas ke depan,” katanya.
Yani mengaku selalu menanamkan kepada seluruh tenaga kerja di yayasan agar menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab dan amanah.
“Saya selalu tekankan kepada anak-anak saya, kerja ini harus amanah. Berkat dari Tuhan itu adalah anak-anak kita. Jadi masing-masing harus bekerja sesuai tanggung jawab,” tuturnya.
Ia juga memastikan pihak yayasan tidak pernah memiliki niat melakukan manipulasi data ataupun mark up anggaran seperti yang dituduhkan.
“Kami tidak pernah berpikir untuk melakukan mark up. Untuk apa? Kami bekerja sosial dan membantu masyarakat juga sudah banyak. Saya bahkan sudah cek, tidak ada laporan terkait manipulasi data seperti yang dituduhkan,” pungkasnya. (Sem/red)














